
Serda Hamdani Gugur Diserang KKB di Nabire, Papua
“Dia bilang, ‘Pak, saya mau masuk tentara.’ Saya bilang kalau memang itu maumu, silakan. Alhamdulillah sekali daftar langsung lulus. Bahkan waktu pendidikan di Pakkatto, dia lulusan terbaik,” kata Hamka kepada wartawan pada Senin (23/2/2026).
Setelah lulus dari sekolah calon tamtama (secata) pada 2010, Hamdani ditugaskan di Batalyon 726 Lapri Bone. Kemudian, Hamdani ditempatkan di Kodim Soppeng dan mengikuti sekolah calon bintara (secaba).
Hamka menjelaskan, setelah mendapat pangkat Serda, putranya ditugaskan di wilayah Kodam Cenderawasih. Pada Juli 2024, Hamdani diberangkatkan ke Nabire.
Di mata keluarga, Serda Hamdani dikenal sebagai pribadi yang baik dan taat beragama. Hamdani tidak pernah memiliki musuh atau masalah dengan orang lain di sekitar tempat tinggalnya.
“Selama saya lihat itu tidak pernah ada musuh tidak pernah, baik semua sama temannya. Kemudian kalau dari segi agama kalau dia datang ke sini dia itu setiap masuk waktu salat pasti ada di masjid,” jelasnya.
Hamka juga mengenang anaknya sebagai seorang muslim yang taat. Serda Hamdani sering membaca Al-Qur’an, bahkan sering khatam berulang kali di luar bulan Ramadan.
“Saya sendiri biasa paling satu kali, dia itu tiga kali paling sedikit di luar bulan Ramadan pun habis salat subuh, habis salat magrib pasti dia mengaji kalau pulang,” tutur Hamka.
Serda Hamdani meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara.
Serda Hamdani sempat berkomunikasi dengan keluarga melalui pesan elektronik pada Minggu (15/2). Korban juga sempat berbincang dengan istrinya.
“Kalau komunikasi lewat chatnya itu tanggal 15 yang lalu. Cuma istrinya kemarin masih sempat bicara jam 1 siang,” tutur Hamka.
Hamka mengaku bahwa keluarga sudah ikhlas dengan kepergian Serda Hamdani dan menerima kematian anaknya sebagai takdir.
“Sama istri saya, saya bilang bersabar, mungkin ini yang terbaik yang Allah SWT berikan, dia mendahului kita, mudah-mudahan nanti dia ada di sana untuk menyambut kita dengan baik,” jelasnya.
Sebelumnya, pos pengamanan kamtibmas milik PT Kristalin Ekalestari dibakar KKB pimpinan Aibon Kogoya di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi pada Sabtu (21/2). Dua orang meninggal dunia dalam kondisi luka bakar berat.
“Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, Minggu (22/2).
Yusuf belum merinci identitas kedua jenazah tersebut. Ia mengatakan, jenazah sedang dalam proses identifikasi karena terbakar.
“Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi. Identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis mengingat kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat,” ucap Yusuf.
Sumber Referensi: detik.com
