Posted in

Bareskrim Buru Andre Fernando ‘The Doctor’, Penyuplai Narkoba Ko Erwin

Penerbitan status DPO Andre tertuang dalam surat DPO/32/III/Dittipidnarkoba tertanggal 1 Maret 2026. Surat tersebut ditandatangani Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen yang memimpin penyelidikan ini.

“Andre Fernando untuk diawasi/ditangkap/diserahkan/diinformasikan keberadaannya kepada penyidik/penyidik pembantu pada kantor kepolisian tersebut di atas, dengan nomor 081385277785,” demikian bunyi surat DPO itu dikutip Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andre Fernando diketahui memiliki alamat tinggal di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. ‘The Doctor’ memiliki ciri fisik tinggi badan 165 cm dengan berat badan sekitar 70 kg, serta rambut pendek berwarna hitam dan kulit sawo matang.

Andre Fernando menjadi DPO dalam kasus narkotika yang melibatkan bandar narkoba Ko Erwin. Kasus Ko Erwin turut menyeret mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasatresnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi.

Andre disebut-sebut sebagai sosok penyedia sabu yang dibeli Ko Erwin untuk diedarkan di wilayah Bima, NTB. Ko Erwin diketahui telah melakukan dua kali transaksi dengan Andre pada Januari 2026.

Transaksi pertama senilai Rp 400 juta per 2 kg sabu. Kemudian, transaksi kedua Rp 400 juta dengan sabu yang diterima seberat 3 kg.

Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut Andre dikenal dengan julukan ‘The Doctor’. Berperan sebagai distributor yang memasukkan narkoba di Indonesia melalui jalur darat dan kargo.

“Ko Andre atau ‘The Doctor’ menyediakan narkoba berbagai jenis diantaranya sabu, vape yang mengandung etomidate dan happy water,” kata Eko melalui keterangannya.

Ko Andre, lanjut Eko, memiliki jaringan di daerah Riau. Dia memasukkan cartridge vape yang mengandung etomidate dengan merek Ferarri dan Lamborgini melalui jalur laut dari Malaysia melewati Dumai, Riau.

“Sedangkan untuk (pengiriman) narkotika jenis sabu pengirimannya kebanyakan menggunakan kargo uang di-packing (lalu) dimasukkan ke dalam boneka dan dibungkus dalam kotak kado,” ungkap Eko.

Saksikan Live DetikSore :

Saksikan juga video ‘Bareskrim Bertemu Ko Erwin dengan Tersangka Lain Kasus Narkoba Bima’:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *