
KM Al Mujib sebelumnya dilaporkan hilang setelah tenggelam akibat menabrak kapal tongkang pada Sabtu kemarin pukul 22.00 WIB. Kapal tersebut dinakhodai Jupri Priyanti yang berangkat dari Karangsong menuju perairan Pulau Rakit pada Sabtu sore.
Berdasarkan data yang dihimpun, para nelayan sempat menebar jaring dan beristirahat, sebelum kemudian dikejutkan dengan kedatangan kapal tongkang bernomor lambung 3009.
Saat itu, mesin KM Al Mujib mati sehingga benturan keras yang menghantam kapal pencari ikan itu pun tak terelakkan. KM Al Mujib bahkan sempat terseret selama sekitar 10 menit dan air memenuhi kapal.
Para penumpang pun berusaha menyelamatkan diri dengan memanfaatkan jeriken bekas solar dan gabus. Sayang, dari delapan penumpang kapal, otoritas setempat menyatakan dua orang tewas.
Empat nelayan Indramayu yang hilang masing-masing Ari wibowo (23), Asep Agustina (24), Masud (38), dan Ono (50). Sementara, dua nelayan lain selamat, yakni Carudin (48) dan Alfianto (20).
Kedua korban selamat sempat ditemukan dan dievakuasi KM Cahaya Langgeng yang melintas di lokasi kejadian pada Minggu, 1 Maret 2026 dini hari. Keduanya langsung dibawa ke Karangsong sebelum kemudian diserahkan kepada pihak keluarga korban.
Ade mengatakan, pencarian keempat nelayan yang hilang hari ini dilanjutkan dengan mengerahkan KN SAR Setyaki 202 yang berangkat dari Dermaga Pelabuhan Cirebon, kapal VIII 2472 Polair Polres Indramayu dari Pelabuhan Karangsong dan RBB KPLP Indramyu, menuju lokasi kejadian.
