Posted in

Waspadai Kebakaran TPA Putri Cempa Petugas Rutin Patroli, DLH Bangun Hydrant – RRI.co.id

Waspadai Kebakaran TPA Putri Cempa Petugas Rutin Patroli, DLH Bangun Hydrant

Editor – Wiwid wida
19 Agt 2024
Surakarta

KBRN, Surakarta: Pemkot Solo mewaspadai terulangnya kebakaran besar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempa, Mojosongo, Solo seperti tahun lalu. Petugas TPA selalu berpatroli untuk mengantisipasi munculnya titik api, mengingat cuaca panas yang terjadi pada musim kemarau tahun ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH Solo Kristiana Hariyanti mengaku telah meningkatkan kewaspadaan bahaya kebakaran TPA Putri Cempa. Mengingat tahun kemarin terjadi kebakaran di puluhan TPA se-Indonesia.

“Kita harus waspada karena tahun kemarin mengalami kejadian kebakaran, bahkan di beberapa tempat se-Indonesia. 35 (TPA) Indonesia,” katanya Senin (19/8/2024).

Pihaknya telah menerima surat edaran dari Pemerintah Pusat mengenai peringatan kebakaran TPA. SE pemerintah pusat ini melihat, cuaca di musim kemarau kali ini tak jauh berbeda dengan kejadian sebelumnya.

“Panasnya luar biasa (musim kemarau ini). Kebetulan, pemerintah pusat punya pengalaman dari tahun lalu dalam membuat surat edaran ke seluruh Indonesia untuk mengantisipasi penanganan kebakaran di tempat pembuangan sampah,” kata Ana, sapaan akrabnya.

DLH Solo telah menindaklanjuti SE tersebut dengan melaksanakan patroli setiap saat. Bahkan Pemerintah Kota Solo juga ada himbauan untuk mewaspadai kebakaran dan larangan pembakaran sampah.

“Kami juga sudah menyiapkan dengan patroli di area TPA. Dan ketika teman-teman merasakan ada suhu yang panas di titik tertentu kami segera melakukan pendinginan. Ini salah satu upaya supaya tidak kecolongan bahasanya nah ini selalu kami lakukan patroli,” ujarnya.

DLH lanjut ana juga menyiapkan hydrant di beberapa titik di kawasan TPA Putri Cempa sebagai kesiapan penanganan kebakaran. Pengadaan hydrant menggunakan anggaran hibah Uni Emirat Arab (UEA) untuk Pemkot Solo.

“Kita belum punya hydrant, yang punya PLTSA. Tapi yang namanya rumah tangga sendiri kalau ganggu terus kan ya gak enak. Makanya kami memasang sendiri ada anggaran UEA, ini sudah berproses tinggal pasang. Total kita dapat Rp 15 Miliar tapi kan untuk macam-macam, yang hydrant Rp 250 juta,” kata Ana menjelaskan.

Dengan antisipasi sedini mungkin pihaknya berharap kejadian kebakaran tak terulang. Di sisi lain gunung sampah segera habis digunakan PLTSA untuk energi listrik.

Harapannya, hal ini tidak terjadi lagi. Makanya untuk sementara kita rutin kontrol patroli setiap saat sebagai upaya preventif.

Sebagai informasi Gunung Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempa Mojosongo Solo terbakar pada Sabtu (16/9/2023) siang. Pemadaman kebakaran sampah di TPA menuai banyak kendala. Meskipun kebakaran sudah lebih dari 48 jam api belum sepenuhnya padam.

Pemadam Kebakaran Gabungan Solo Raya dengan bantuan beberapa wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta belum mampu memadamkan api. Bahkan BNPB membantu pemadaman api dengan menggunakan teknologi water boom.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo Eko Nugroho mengatakan, sebagai antisipasi kebakaran TPA Putri Cempa terulang kini sedang disiapkan sarpras seperti hydrant oleh Dinas terkait. Sementara pihaknya menyiapkan pelatihan dan peningkatan kapasitas petugas.

“Antisipasi kebakaran TPA kita selalu siap. Untuk pencegahan disiapkan sarpras dan juga pelatihan peningkatan kapasitas kita lakukan. Untuk penyiraman kita lakukan sesuai permohonan instansi terkait,” ucap dia.

Eko menyebutkan, kasus kebakaran di Solo mulai meningkat dua bulan terakhir. Terutama kejadian kebakaran lahan kosong. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah saat musim kemarau.

“Hati-hati kalau bakar sampah harus ditunggu, kalau bisa malah tidak usah dibakar.” MI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *