Posted in

Update Ledakan Petasan di Plosojenar Ponorogo, Satu Orang Tewas dan Lukai Dua Pemuda – Kanalindonesia.com

Update Ledakan Petasan di Plosojenar Ponorogo, Satu Orang Tewas dan Lukai Dua Pemuda

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Sebuah ledakan hebat yang diduga berasal dari aktivitas perakitan petasan mengguncang pemukiman warga di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (01/03/2026) sore. Insiden tragis yang terjadi menjelang waktu berbuka puasa ini menewaskan satu orang pelajar di lokasi kejadian dan menyebabkan dua pemuda lainnya menderita luka bakar serius.

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.15 WIB ketika suara ledakan dahsyat terdengar dari rumah milik Minten.

Korban meninggal dunia, Rifai Kurnia Putra (15), seorang pelajar SMP sempat berada dalam kondisi kritis di pangkuan ibunya sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka sangat parah, di antaranya telapak tangan kiri hancur, patah tulang di kedua lengan dan kaki, serta luka bakar di sekujur tubuh.

Sementara itu, dua korban lainnya, Ahmad Fato’ani (20) yang mengalami luka bakar 80 persen dan Hindar Agusta (23) dengan luka bakar 16 persen, saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan bangunan mencapai 50 persen, terutama pada bagian atap dan dinding rumah.

Anggota Polsek Sumoroto dan tim identifikasi Polres Ponorogo telah mengamankan seluruh barang bukti dan memasang garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa bermula saat warga mendengar suara dentuman keras yang berasal dari kediaman Minten di Jalan Bohgede. Saksi mata, Wibowo (47), melihat asap putih tebal membubung tinggi dari rumah yang sudah hancur parah tersebut.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengonfirmasi penambahan korban jiwa dalam insiden tersebut. Menurutnya, satu korban meninggal di lokasi kejadian, dan satu lainya mengalami luka bakar serius.

“Saat ini satu orang meninggal dunia berinisial R, masih berstatus pelajar kelas 3 SMP. Korban kedua berinisial T, sempat mengalami luka bakar serius sekitar 80%,” ujar AKP Imam Mujali di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, polisi menduga para korban sedang melakukan kegiatan merakit bahan peledak untuk petasan.

“Dugaannya para korban sedang meracik bahan petasan. Untuk memastikan apakah itu benar-benar mesiu atau bahan lainnya, kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan tim Gegana,” jelasnya.

AKP Imam Mujali menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan tim penjinak bom (Gegana) untuk memastikan jenis bahan peledak yang digunakan.

Dalam penyisiran di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting, termasuk timbangan digital, serbuk belerang, sodium benzoat, hingga kerangka balon udara setengah jadi. Penemuan kerangka balon udara ini memperkuat dugaan bahwa pembuatan petasan tersebut berkaitan dengan tradisi penerbangan balon udara yang kerap dilakukan masyarakat setempat selama bulan Ramadan.

Menyikapi tragedi tersebut, AKP Imam Mujali memberikan imbauan tegas kepada seluruh warga Ponorogo untuk menghentikan segala aktivitas pembuatan petasan.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Ponorogo, sudahlah, hindari membuat petasan karena tidak ada manfaatnya. Mari kita sama-sama kita jaga agar Ponorogo tetap aman dan jangan sampai kejadian tragis seperti ini terulang kembali,” tegas AKP Imam Mujali.

Polisi telah mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi guna mencegah warga mendekat ke area bangunan yang tidak stabil.

Tim Unit Identifikasi Polres Ponorogo masih terus mengumpulkan keterangan (pulbaket) dari para saksi.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami asal-usul bahan peledak tersebut dan memastikan penyebab pasti pemicu ledakan yang mengakibatkan kerugian materiil hingga 50 persen pada bangunan tersebut. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *