
Laporan Euronews menyebutkan, sebanyak 1.900 penerbangan global mengalami penundaan dan 2.600 penerbangan ke wilayah konflik terpaksa dibatalkan setelah bandara di Doha, Dubai, Abu Dhabi, dan Tel Aviv ditutup sementara.
Di Indonesia, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau maskapai yang melayani penerbangan internasional menuju dan melintasi Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah dinamika keamanan kawasan.
“Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak,” ujar Dudy dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Maskapai penerbangan asing dilaporkan telah membatalkan penerbangan, serta tidak mengoperasikan penerbangan dari dan menuju semua kota di Timur Tengah sejak eskalasi konflik Iran-Israel.
Sedangkan maskapai yang membatalkan atau tidak mengoperasikan penerbangan antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Ethiopian Airlines, Malaysia Airlines, Phillipine Airlines, Indigo Airlines, Sri Lanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, dan Scoot.
Sementara itu, maskapai Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah, sedangkan Ethiopian Airlines masih beroperasi seperti biasa, namun tidak mengoperasikan penerbangan ke Amman (Jordania) dan Tel Aviv (Israel).
Di lain sisi, dua maskapai dalam negeri yang melewati ruang udara Timur Tengah yakni Garuda Indonesia dan Lion Air saat ini belum terdampak konflik. Menhub Dudy menyebut, penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah belum terdampak, sedangkan penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam dialihkan melalui Kairo, Mesir.
Merespons dinamika tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara, serta otoritas penerbangan asing untuk memperbarui informasi terkait kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah sekaligus memastikan operasional penerbangan tetap berjalan aman dan lancar.
Sejumlah negara juga dilaporkan menutup ruang udaranya untuk seluruh kedatangan dan keberangkatan penerbangan, baik komersial maupun pribadi. Negara-negara tersebut antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak dan Suriah.
“Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umroh,” jelasnya.
Dudy menyampaikan bahwa maskapai dan pengelola bandara diminta memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak pembatalan maupun penyesuaian penerbangan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Penanganan tersebut mencakup proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, penyediaan akomodasi, hingga penjadwalan ulang penerbangan.
Dia juga memastikan operasional penerbangan di seluruh bandara di Indonesia, khususnya pada rute internasional, tetap berlangsung aman dan lancar baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
Seperti diketahui, konflik di Iran memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang telah memerintah selama lebih dari tiga dekade.
