
Rakor digelar di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3/2026), mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Kegiatan ini membahas kesiapan pengamanan serta pelayanan masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga.
Sejumlah pejabat tinggi negara hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Turut hadir pula perwakilan TNI, BNPB, BMKG, hingga pimpinan BUMN sektor transportasi dan energi.
Dalam keterangannya, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk mempertahankan capaian positif Operasi Ketupat pada tahun-tahun sebelumnya.
“Polri berkomitmen mempertahankan capaian Operasi Ketupat sebelumnya agar pelaksanaan mudik tahun ini berjalan aman, tertib, dan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional,” ujar Dedi.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor menjadi faktor utama keberhasilan pengamanan mudik nasional.
“Kami memastikan seluruh kementerian dan lembaga siap sesuai tugas masing-masing, mulai dari pengaturan lalu lintas, transportasi, logistik, hingga mitigasi potensi bencana agar masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman,” lanjutnya.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Meski sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, seluruh instansi tetap diminta mengantisipasi lonjakan mobilitas di berbagai titik strategis.
Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.
Lihat juga:
Gelombang mudik gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret 2026, disusul gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026 yang bertepatan dengan hari raya Nyepi. Sedangkan arus balik diperkirakan terjadi pada 25–26 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, Polri akan menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas di jalur tol, meliputi ganjil genap, one way, contraflow, delaying system, hingga buffer zone di kawasan pelabuhan.
Sebanyak 2.746 posko disiapkan, terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu guna mengamankan 185.608 objek vital, mulai dari masjid, lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara hingga destinasi wisata.
Selain itu, Polri menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian serta mengoptimalkan layanan hotline 110 sebagai sarana pengaduan dan layanan darurat masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Warsito mengatakan rakor lintas sektoral bertujuan untuk memastikan kesiapan pelayanan pemerintah agar dapat berjalan maksimal pada periode Idul Fitri.
Melalui koordinasi ini, seluruh kementerian dan lembaga memastikan kesiapan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi mudik lebaran di tengah kondisi cuaca yang masih dalam masa meteorologi basah, kata Warsito.
Dalam struktur Operasi Ketupat 2026, Kapolri bertindak sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (Bijakops) didampingi Wakapolri sebagai Wakil Penanggung Jawab. Secara teknis, operasi akan dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. selaku Kepala Operasi Pusat (Kaopspus).
