
Pria di Bantul Tewas Dibunuh, Polisi Periksa Saksi
Istri korban sempat mendengar pintu belakang rumahnya terbuka. Pelaku yang menggunakan penutup muka (sebo) langsung mengayunkan parang ke arah korban. Istri korban berusaha menangkis serangan tersebut hingga tiga jarinya terluka. Anak korban yang berusia lima tahun tidak mengalami luka.
“Meski sudah ditangkis saksi (istri korban), ayunan parang pelaku mengenai wajah, perut dan jari korban,” ujar Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto, Rabu (25/2) lalu.
Polisi dan petugas medis menemukan luka di bagian wajah dan perut korban hingga pahanya. Usai membacok korban, pelaku kabur.
Keempat saksi tersebut merupakan rekannya yang sempat berkumpul di rumah korban sebelum kejadian, kata Rita, kemarin.
Saat ditanya apakah para saksi mengetahui akan adanya penyerangan, Iptu Rita belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Ia juga belum bisa memastikan apakah keempat orang tersebut merupakan anggota Brigade Joxzin.
Anggota Tim Hukum dan HAM Brigade Joxzin, Mohamad Novweni, mengatakan bahwa korban sempat terlibat saling tantang dengan kelompok lain.
“Dari keterangan teman-teman Joxzin se-daerah, informasinya sempat ada tantang-tantangan perkelahian dengan kelompok lain,” kata Novweni saat dihubungi detikJogja, Jumat (27/2/2026).
Novweni tidak mengetahui asal kelompok tersebut. Menurutnya, aksi saling tantang itu terjadi beberapa waktu lalu.
“Beberapa pekan kemarin kok itu yang tantang-tantangan itu, lalu selang beberapa pekan terjadi kejadian itu,” ujarnya.
Novweni menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada polisi.
“Tapi kita tidak bisa menduga pelaku dari ormas atau sebagainya karena semua diserahkan ke polisi dan polisi baru mendalaminya,” ucapnya.
Korban Dikenal Sebagai Wiraswastawan
Selama menjadi anggota Brigade Joxzin, korban diketahui tidak pernah bermasalah dengan anggota atau kelompok lain.
“Anggota Joxzin tidak pernah ada masalah, baik dengan anggotanya sendiri maupun kelompok lain,” kata Novweni.
Korban sehari-hari berprofesi sebagai wiraswastawan yang bergerak di bidang pemeliharaan ayam.
“Almarhum itu wiraswasta, dia melihara ayam jago. Jadi dia memelihara anakan ayam jago lalu membesarkannya,” jelasnya.
Polisi belum memberikan komentar terkait dugaan saling tantang tersebut dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sumber Referensi: detik.com
