
Polisi Buru Pasutri Pencuri Motor dan Gas di Semarang
Kapolsek Genuk, AKP Rismanto, mengkonfirmasi adanya laporan terkait pencurian sepeda motor di Gebangsari dan menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. “Masih dalam penyelidikan. Ada CCTV yang diamankan, masih koordinasi dengan penyidik,” kata Rismanto.
Kanit Reskrim Polsek Genuk, Iptu Muchlisin menambahkan bahwa laporan terkait kejadian ini diterima pada hari Sabtu, 28 Februari. Penyidik masih berupaya mencari keberadaan pasutri tersebut. “(Apakah pasutri sudah ditangkap?) Belum, masih penyelidikan,” ujarnya.
Modus operandi yang dilakukan adalah sang istri meminjam motor teman kosnya dengan alasan tertentu, sebelum akhirnya membawa kabur kendaraan tersebut. Sementara itu, sang suami kemudian menyusul dengan membawa kabur motor milik penghuni kos lainnya. “Yang satu itu istrinya pinjam teman kosnya, yang satunya ada motor di kos dibawa juga. Kejadiannya kemarin Sabtu,” terangnya.
Lebih lanjut, Iptu Muchlisin menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan terkait pencurian tabung gas, melainkan hanya laporan terkait pencurian motor. Diketahui bahwa pasutri tersebut tinggal di sebuah kos di Gebangsari. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pasutri yang diketahui bernama Siti dan Riyan tersebut telah tinggal di kos tersebut selama beberapa bulan. “Alamatnya Jawa Timur, baru sebentar, berapa bulan gitu ngekos di sana, terus kerja di tempat laundry,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, pencurian ini terjadi di Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Pelaku diduga merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang merupakan penghuni kos di kawasan tersebut.
Desi (32), pemilik laundry tempat pelaku bekerja, mengatakan, kejadian terjadi pada Sabtu, 1 Maret sore. Siti dan Riyan diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas di usaha laundry miliknya. “Biasanya saya berangkat kerja jam 13.00 WIB sore, tapi sudah hampir jam 15.00 WIB dan saya belum juga datang. Saya juga tidak membaca WhatsApp dan tidak membalas. Ternyata hilang,” kata Desi.
Desi menjelaskan, pasutri itu tinggal di kos dekat rumahnya bersama seorang anak perempuan berusia sekitar 4 tahun. Modus pertama dilakukan Siti dengan meminjam motor milik penghuni kos bernama Esty dengan alasan mengantar laundry. “Dia bilang mau pinjam motor sebentar buat antar laundry. Padahal saya nggak pernah menyuruh mengantar laundry,” ujarnya.
Motor yang dibawa adalah Honda Beat merah milik Esty. Tak berselang lama, suaminya yang bernama Riyan juga diduga membawa kabur motor Honda Vario warna oranye milik penghuni kos lainnya, bernama Pur. “Waktu pinjam motor Mbak Esty orang-orang pada bingung, sadarnya gara-gara Pak Pur yang punya motor satunya keluar kamar bilang ‘kok motorku hilang?’. Ternyata kamar si pasutri sudah kosong,” jelasnya.
Sumber: detik.com
What’s Your Reaction?
0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow
