Posted in

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas, JK: Kita Bersedih

JAKARTA, KOMPAS.com- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan duka cita atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Diketahui, Khamenei tewas usai serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi.

JK menilai dinamika politik di Iran selama ini tidak sepenuhnya solid. Ia menyebut terdapat setidaknya tiga kelompok besar di dalam negeri.

Pertama, kelompok yang mendukung pemerintah. Kedua, kelompok yang mendorong perubahan atau reformasi, yang dalam beberapa bulan terakhir terlibat dalam berbagai demonstrasi. Ketiga, kelompok monarki lama yang terkait dengan dinasti Pahlavi.

Namun, membunuh pemimpin Ali Khamenei juga merupakan hal yang sangat kita sukai bukan? Dan kita sedih dan berduka karenanya, jelasnya.

JK juga menyoroti peran Indonesia dalam merespons konflik tersebut. Ia mengatakan, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia perlu menyerukan penghentian konflik.

“Dan Indonesia tentunya sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, khususnya di PBB tentu berupaya semaksimal mungkin, paling tidak menyerukan, berdoa agar situasi ini segera berakhir,” kata JK.

Ia berharap semua pihak dapat menahan diri agar eskalasi konflik tidak semakin meluas dan menimbulkan korban lebih banyak.

Diberitakan sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Setelah serangan itu, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat.

Dikutip dari The Guardian, Israel menutup wilayah udara untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan Iran dengan drone dan rudal.

Juru bicara militer Israel menyatakan, serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya.

Sementara itu, kantor berita Agence France-Presse melaporkan adanya dua ledakan yang terdengar di Teheran.

Laporan Associated Press menyebutkan serangan itu terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Amerika Serikat (AS) disebut terlibat dalam serangan tersebut.

Informasi itu disampaikan oleh sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut.

Serangan itu terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Kini, kantor berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, belum ada rincian mengenai kematiannya yang diumumkan.

Setelah kematian Khamenei, Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan hari libur nasional selama tujuh hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *