
Markas KKB Nabire Digerebek, TNI-Polri Sita Ratusan Amunisi
Kasatgas Humas Operasi Perdamaian Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, upaya penegakan hukum dilakukan terhadap DPO Aibon Kogoya yang mengaku sebagai Komandan Kodap III D Dulla, Senin (2/3/2026).
Penggerebekan dilakukan di Nabire pada Minggu (1/3) pukul 22.40 WIT. Aparat gabungan dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, terlibat kontak tembak dengan KKB sebelum kelompok tersebut melarikan diri dari markasnya.
Menurut Yusuf, personel gabungan mendekati lokasi, namun kelompok bersenjata melakukan perlawanan hingga terjadi baku tembak. Setelah beberapa saat, KKB melarikan diri dan meninggalkan sejumlah perlengkapan dan logistik di markas.
Aparat gabungan kemudian menguasai markas KKB dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk amunisi, handy talky, uang tunai, dan bendera bintang kejora.
“Dalam penggeledahan, aparat mengamankan 561 butir amunisi berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazen, magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101,” bebernya.
Selain itu, turut diamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky, serta uang tunai sebesar Rp 79.900.000.
Yusuf menuturkan, perhatian aparat tertuju pada dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Salah satunya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat penyerangan tahun lalu.
Sedangkan satu unit lainnya diduga milik pegawai sipil atau petugas keamanan yang terlibat dalam pembakaran pos satpam PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu, jelasnya.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum resmi. Ia menegaskan operasi ini bertujuan melindungi masyarakat dari teror KKB.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi tidak resmi. Aparat keamanan akan menindak tegas siapa pun yang mencoba membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan. Penegakan hukum ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga ketertiban,” ujarnya.
Aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan keamanan dan memburu pelaku yang melarikan diri. Operasi penegakan hukum akan terus dilakukan secara terukur dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Sumber Referensi: detik.com
