
TVRINews, Jakarta
Polri akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 yang diperkirakan akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari 13 hingga 26 Maret 2026 mendatang.
Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengatakan bahwa Operasi Ketupat 2026 dirancang sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang menjalankan tradisi mudik Lebaran.
Tak hanya itu, ia menuturkan bahwa operasi tersebut bukan hanya agenda tahunan pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga bagian dari komitmen negara untuk menghadirkan rasa aman selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.
“Operasi ini bukan sekadar mengatur kendaraan di jalan. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, baik dari sisi lalu lintas maupun gangguan kriminalitas,” kata Agus dalam keterangannya yang diterima tvrinews.com pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurutnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” sebagai arah kebijakan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Tagline tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan pemudik merupakan prioritas utama,” ungkapnya
Agus menilai mudik memiliki makna lebih dari sekedar perjalanan fisik. Tradisi mudik menjadi momen haru untuk berkumpul bersama keluarga.
“Karena itu, seluruh jajaran diminta bekerja maksimal agar masyarakat dapat berangkat dan kembali dengan selamat,” tegasnya
Dalam pengamanan tahun ini, Korlantas membagi fokus pada sejumlah titik strategis. Jalan tol, jalan nasional dan kabupaten, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, serta kawasan wisata menjadi perhatian khusus.
Selain itu, bandara, terminal, stasiun kereta api, dan jalur alternatif juga masuk dalam pemetaan keamanan.
Ia menegaskan, langkah antisipatif dilakukan sejak dini untuk mencegah kemacetan panjang dan potensi gangguan keamanan. Personel di lapangan diminta sigap membaca dinamika situasi dan bertindak cepat sebelum terjadi penumpukan arus.
“Prinsip kami sederhana, masyarakat harus selamat saat berangkat dan selamat saat kembali. Itu yang menjadi pegangan seluruh anggota,” ujarnya.
Agus juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pengelola transportasi.
“Kolaborasi dan komunikasi yang solid dinilai menjadi kunci agar Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal,” pungkasnya .
