Posted in

Konflik Iran-Israel Memanas, Menhub Minta Maskapai Waspadai Jalur Udara Timur Tengah – Balpos

Balpos.com, Jakarta – Konflik Iran-Israel yang memicu ketegangan di Timur Tengah mulai berdampak pada penerbangan internasional. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta maskapai yang melayani rute menuju atau melintasi kawasan tersebut meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan penerbangan.

Imbauan itu disampaikan menyusul eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat.

Menurut Dudy, dinamika keamanan di sejumlah titik wilayah udara Timur Tengah berpotensi memengaruhi jalur penerbangan sipil global, termasuk penerbangan dari dan ke Indonesia.

Sejak situasi memanas, sejumlah maskapai asing membatalkan penerbangan ke beberapa kota di kawasan.

Sebagian operator memilih mengalihkan rute untuk menghindari ruang udara yang dinilai berisiko, sementara lainnya menunda jadwal keberangkatan hingga kondisi dinyatakan lebih aman.

Penyesuaian juga terjadi pada penerbangan transit yang biasanya melintasi wilayah udara Timur Tengah.

Di Indonesia, Garuda Indonesia dan Lion Air dikabarkan masih beroperasi normal pada rute menuju Jeddah. Namun, Garuda mengalihkan rute penerbangannya ke Amsterdam melalui Kairo sebagai langkah mitigasi. Pemerintah memastikan kebijakan ini diambil berdasarkan pertimbangan keselamatan.

Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, pengelola bandara, serta otoritas penerbangan sipil di berbagai negara untuk memperbarui informasi navigasi dan kondisi ruang udara. Evaluasi risiko dilakukan secara berkala guna memastikan operasional tetap aman dan terkendali.

Penutupan ruang udara oleh sejumlah negara di Timur Tengah turut memengaruhi pengaturan ulang jalur penerbangan internasional. Dampaknya dirasakan pada perjalanan umrah, bisnis, maupun penerbangan komersial lainnya yang mengandalkan transit di kawasan tersebut.

Pemerintah juga meminta maskapai menjamin hak penumpang yang terdampak pembatalan atau perubahan jadwal. Prosedur pengembalian dana, penjadwalan ulang, penyediaan akomodasi, hingga fasilitasi administrasi di area imigrasi harus dilaksanakan sesuai ketentuan.

Meski ketegangan geopolitik belum mereda, otoritas memastikan operasional bandara internasional di Indonesia tetap berlangsung normal.

Penumpang diimbau untuk memantau informasi resmi dari maskapai sebelum keberangkatan, terutama bagi yang memiliki rute transit di kawasan Timur Tengah. (semut/fai/yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *