
Kemacetan Gedangan-Aloha Sidoarjo Jadi Momok Pengendara
Perempatan Gedangan menjadi momok yang sudah lama dikenal para pengendara. Bahkan pukul 06.30 WIB, kendaraan sudah saling berhimpitan dan berebut jalur.
Walaupun pembangunan flyover telah direncanakan dan akan dimulai tahun ini, pantauan di lokasi menunjukkan belum ada tanda-tanda pembebasan lahan atau dimulainya proyek. Akibatnya, perempatan Gedangan tetap menjadi tantangan pertama bagi para pekerja yang menuju Surabaya.
Selepas melewati Gedangan, pengendara kembali dihadapkan pada kemacetan di kawasan Aloha. Jalan layang yang beroperasi sejak awal tahun 2024 itu tampaknya tak banyak membantu pada Senin. Arus kendaraan masih padat dan melambat hingga ke depan Terminal Purabaya.
Miko, seorang pengendara yang rutin melintas, menuturkan bahwa banyaknya kendaraan besar menjadi salah satu penyebab kemacetan di Aloha.
“Banyak truk-truk yang melintas di sini, jadi memakan banyak jalan. Padahal seharusnya mereka (truk) nggak boleh lewat sini sebelum jam 09.00 WIB pagi,” ucap Miko.
Kendaraan besar yang mogok atau mengalami masalah ban juga memperparah kemacetan, bahkan di hari biasa.
Miko menambahkan, “Kadang itu, di hari-hari biasa sering ada truk mogok atau ban nya bocor. Itu jadi penyebab kemacetan lainnya juga.”
Setelah sekitar 20 menit, sumber kemacetan mulai terlihat. Beberapa bus antarkota berhenti di tepi jalan luar Terminal Purabaya untuk menaikkan penumpang.
Saat ini jalur khusus bus yang biasanya dipisahkan pembatas beton ditutup sementara karena adanya perbaikan jalan di Pintu Keluar Bus Luar Kota Terminal Purabaya. Bus dialihkan melalui Pintu Keluar Bus Antar Kota.
Akibatnya, bus berhenti di area keluar dan memakan badan jalan, sehingga jalur utama menyempit. Kendaraan lain harus bergantian menghindarinya.
Kondisi ini memicu antrean panjang yang merambat hingga Aloha dan memperlambat laju kendaraan secara signifikan di jam sibuk Senin pagi. Waktu tempuh dari Aloha ke Bundaran Waru yang biasanya 10 menit bisa menjadi 20-30 menit.
Pengendara Sidoarjo yang berangkat pukul 06.00 WIB dari pusat kota baru bisa bernapas lega saat memasuki Bundaran Waru sekitar pukul 07.15 WIB. Beberapa orang memilih kereta api komuter sebagai alternatif.
Maria salah satu pengguna kereta api mengatakan, “Paling sering setiap hari Senin Kak, saya naik kereta. Gara-garanya simpang Gedangan macet, apalagi setelah Aloha, di bawah jalan layang (Flyover Waru). Muesti setiap hari Senin, kalau mau menghindari kemacetan harus berangkat jam setengah enam dari Sidoarjo.”
Waktu tempuh dengan kereta lebih pasti daripada kendaraan pribadi. Dalam kondisi normal, perjalanan Sidoarjo-Surabaya seharusnya 30-40 menit, tetapi seringkali tidak menentu pada Senin pagi.
Maria menambahkan, “Kalau naik kereta kan sudah jelas jadwalnya. Lebih cepat dan nggak stres di jalan.”
Sumber Referensi: detik.com
