
INDRAMAYUJEH.COM, INDRAMAYU – Peristiwa tragis melanda dunia maritim di Jawa Barat setelah terjadi kecelakaan laut di Indramayu, tepatnya di perairan Pulau Rakit atau Pulau Biawak pada Sabtu malam (28/2/2026). Sebuah perahu nelayan KM Almujib berukuran 6 GT dilaporkan tenggelam setelah diduga kuat tertabrak oleh kapal tongkang.
Peristiwa maut tersebut mengakibatkan dua nelayan ditemukan tewas, dua orang berhasil selamat, sedangkan empat nelayan lainnya dilaporkan masih hilang. Hingga saat ini tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.
Kronologi KM Almujib Sebelum Tenggelam
Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, menjelaskan bahwa kecelakaan laut di Indramayu tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, di mana saat itu para awak kapal sedang beristirahat setelah melaut sejak siang hari.
Kapal nelayan KM Almujib yang membawa delapan awak kapal meninggalkan Karangsong menuju perairan Pulau Rakit/Biawak sekitar pukul 13.00 WIB untuk mencari ikan, katanya.
Setelah menebar jaring, para nelayan beristirahat di dalam kapal. Namun, situasi berubah mencekam ketika sebuah kapal besar mendekat ke arah posisi mereka yang sedang berhenti.
Namun sekitar pukul 22.00 WIB, salah satu awak kapal yang terbangun melihat kapal tongkang bernomor lambung 3009 itu mendekat dan kemudian menabrak lambung kiri KM Almujib yang saat itu mesinnya mati, ujarnya.
Identitas Korban Selamat dan Meninggal Dunia
Dampak dari tabrakan tersebut membuat kapal nelayan terseret hingga sepuluh menit sebelum akhirnya karam karena kemasukan air. Para nelayan sempat berusaha menyelamatkan diri dengan alat seadanya seperti jerigen bekas dan gabus.
Dua korban yang teridentifikasi meninggal dunia adalah Jupri alias Kempot (35) asal Desa Pabean Udik dan Wandi (39) asal Desa Karangsong. Sementara itu, dua korban selamat, yakni Carudin (48) dan Alfianto Agus Sulistiyo (20), berhasil dievakuasi oleh kapal nelayan lain yang melintas.
Mengenai proses evakuasi korban kecelakaan laut di Indramayu ini, AKP Asep Suryana memberikan keterangan tambahan mengenai penemuan para korban.
“Sementara dua korban meninggal dunia ditemukan oleh kapal nelayan KM Cahaya Langgeng dan kemudian dibawa ke Karangsong untuk diserahkan kepada pihak kepolisian,” ucap Asep.
Operasi Pencarian 4 Nelayan yang Hilang
Hingga berita ini diturunkan, empat nelayan yakni Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24), Mas’ud (38), dan Ono (50) masih dalam proses pencarian. Pihak kepolisian bekerja sama dengan Basarnas dan BPBD terus menyisir area perairan Pulau Biawak.
Selain fokus pada pencarian korban, petugas juga berupaya mengamankan aset kapal yang masih tersisa di lokasi guna keperluan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Selain melakukan evakuasi korban, petugas juga mengamankan perahu KM Almujib yang masih mengapung dalam kondisi terbalik di sekitar lokasi kejadian,” pungkasnya.
