:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/06/19/711ea081-ec1f-448a-a890-ec171cf1fdc8_jpg.jpg)
Angin kencang dan gelombang tinggi lebih dari 1 meter mengakibatkan kapal nelayan KM Putri Lancar Samudera tenggelam. Sebanyak 10 nelayan hilang.
SAR BANDUNG
BANDUNG, KOMPAS — KM Putri Lancar Samudera tenggelam saat dihantam gelombang tinggi di perairan Laut Jawa, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (15/12/2025) dini hari. Hingga saat ini, 10 awak kapal naas tersebut belum ditemukan.
Data yang dihimpun Kompas dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung, musibah ini dilaporkan terjadi pada Senin pukul 02.00 WIB. Kapal yang dinakhodai Daspan ini membawa 17 anak buah kapal (ABK) dan bertolak pada Minggu (14/12/2025) dari Pelabuhan Eretan, Indramayu.
Akan tetapi, perjalanan kapal tidak mulus. Sampai di Laut Jawa, gelombang tinggi datang dan mengempaskan kapal naas itu. Kapal karam. ABK susah payah bertahan hidup di tengah laut.
Beruntung tak jauh dari lokasi tenggelamnya KM Putri Lancar, terdapat KM Surya Makmur dan KM Rahayu Jaya yang juga sedang memancing.
Kedua kapal tersebut kemudian menghentikan aktivitas penangkapan ikan dan membantu para korban yang terapung bersama bangkai kapal tersebut.
Total, nakhoda dan tujuh ABK bisa diselamatkan pada Senin siang dan Selasa (16/12/2025) pagi. Delapan orang itu adalah Budi, Asim, Ling, Waryono, Daspan, Darman, Warsim, dan Kasta.
Akan tetapi, nasib 10 ABK lainnya belum pasti. Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan, ABK atas nama Lancam, Agus, Akim, Casim, Soglo, Iyus, Daud, Tasman, Darkum, dan Eri masih dicari hingga Selasa siang.
Ade menuturkan telah menerjunkan satu tim penyelamat dari Pos SAR Cirebon. Selain itu, SAR juga mengerahkan kapal penyelamat KN SAR Setyaki 202 beserta awaknya.
Upaya pencarian pada Selasa, kata dia, terbagi dalam empat wilayah. Tim juga melakukan komunikasi intens dengan kapal-kapal yang melewati area pencarian.
Jika ada kapal yang menemukan korban diharapkan ikut mengevakuasi atau melapor kepada petugas SAR ataupun pihak terkait lainnya.
”Tim Kantor SAR Bandung telah diterjunkan untuk melaksanakan operasi SAR sebagai upaya percepatan penanganan dan evakuasi,” tambahnya.
Angin kencang dan gelombang tinggi memang tengah rawan terjadi di Laut Jawa. Prakirawan cuaca BMKG Tanjung Priok, Laras Kinanthi, memaparkan, kecepatan angin di perairan utara Jabar mencapai 20-25 knot atau lebih dari 40 kilometer per jam. Hal ini berdasarkan data analisis kecepatan angin pada tanggal 14-15 Desember 2025.
Kecepatan angin yang tinggi, katanya, rawan meningkatkan ketinggian gelombang laut. Dari data analisis, tinggi gelombang maksimum mencapai 1,25-2 meter untuk perairan Indramayu.
”BMKG Tanjung Priok telah mengeluarkan peringatan dini angin kencang dari tanggal 14 Desember 2025 hingga hari ini untuk wilayah Jakarta dan Jabar,” kata Laras.
Penulis:
Fabio Maria Lopes Costa
Editor:
Cornelius Helmy Herlambang
Penyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti
