
Israel Klaim Tokoh Kunci Hizbullah Mohammed Raad Tewas
Klaim ini disampaikan Israel seperti dilaporkan media setempat Jerusalem Post pada Senin (2/3/2026). Serangan yang menargetkan wilayah basis pertahanan Hizbullah ini, menurut laporan tersebut, melumpuhkan kapasitas tempur kelompok yang didukung Iran tersebut.
Meski sumber militer Israel hanya menyebutkan serangan menyasar “target militan penting”, berbagai sumber lokal mengonfirmasi Raad menjadi salah satu korban jiwa dalam operasi tersebut.
Siapa Muhammad Raad?
Mohammed Raad bukan sekadar politisi biasa. Ia adalah figur sentral dalam sayap politik Hizbullah yang memiliki peran aktif dalam sejarah konflik organisasi tersebut dengan Israel. Kematian Raad diprediksi akan memicu guncangan internal yang mendalam bagi Hizbullah, mengingat ia adalah sosok senior yang sangat dihormati.
Keluarga Raad sendiri memiliki sejarah panjang dalam konflik ini; Putra Raad dikabarkan tewas dalam pertempuran melawan pasukan Israel beberapa waktu lalu.
Potensi Perang Terbuka di Lebanon
Penargetan tokoh-tokoh penting seperti Raad menunjukkan bahwa intensitas dan cakupan perang kini semakin meluas. Saat ini, wilayah perbatasan Lebanon-Israel terus diguncang oleh gencarnya tembakan artileri dan serangan udara.
Militer Israel menyatakan akan terus melanjutkan operasi guna memangkas kekuatan Hizbullah dan elemen pendukung Iran lainnya. Di sisi lain, dunia internasional menantikan respons dari kepemimpinan Hizbullah, yang biasanya membalas dengan serangan balik besar-besaran jika pemimpin mereka terbunuh.
Situasi ini menempatkan pemerintah Lebanon dalam posisi sulit, di mana mereka berusaha menjaga netralitas di tengah tekanan diplomatik dan aktivitas militer kelompok militan di wilayahnya.
Mohammed Raad telah menjabat sebagai Ketua Blok Loyalitas kepada Blok Perlawanan, faksi politik Hizbullah di Parlemen Lebanon, sejak tahun 1992. Kematian Raad menandai kerugian terbesar bagi sayap politik organisasi tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
Kematian Raad terjadi di tengah rangkaian serangan “Operasi Lion’s Roar” yang diluncurkan Israel dan Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, wilayah perbatasan selatan Lebanon sempat mengalami masa gencatan senjata yang rapuh sejak akhir 2024.
Namun, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei baru-baru ini, Hizbullah kembali mengaktifkan seluruh unit tempurnya, yang kemudian dibalas Israel dengan penargetan langsung terhadap para pemimpin politik dan militer mereka di jantung kota Beirut.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
