
Forum Swakelola Sampah Bali Kecewa Penundaan TPA Suwung
Suarta menyampaikan rasa frustrasinya atas ketidakjelasan kebijakan pemerintah terkait penutupan TPA Suwung. Ia merasa publik dipermainkan dengan penundaan yang terus-menerus. Rencananya, Suarta ingin ada kejelasan terkait penutupan TPA Suwung dan tidak terus ditunda-tunda.
Kekecewaan itu semakin besar setelah tim pengelola sampah mendapat informasi TPA Suwung akan dibuka kembali hingga Juni 2026. Alhasil, aksi yang sedianya digelar di depan Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusra Kementerian LH di Renon, Denpasar, batal dilakukan.
Informasi penundaan penutupan hingga Juni 2026 tersebut belum disertai surat resmi dari kementerian. “Kalau surat tertulis tidak ada, cuma secara lisan aja tadi disampaikan kepada kami,” kata Suarta.
Suarta juga mengungkapkan pertemuannya dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bali yang menyatakan bahwa surat tersebut masih dalam proses pengetikan di kementerian.
Menurut Suarta, hingga saat ini surat tersebut belum diterima. Ditambahkannya, “Tapi sampai saat ini kami belum menerima suratnya, artinya kami belum tahu apakah itu urusan pemerintah, mungkin di tingkat Walikota dan Bupati, apakah Gubernur juga seperti itu.”
Sebagai informasi, TPA Suwung awalnya direncanakan untuk ditutup pada akhir tahun 2025. Namun, karena desakan masyarakat yang menilai sistem pengelolaan sampah di Bali belum optimal, pemerintah daerah mengajukan penundaan hingga Februari 2026.
Seharusnya, per 1 Maret TPA Suwung sudah tidak beroperasi. Namun, Forum Swakelola Sampah Bali menilai bahwa sampah masih perlu dibuang di TPA Suwung karena sistem pengelolaan sampah yang belum maksimal. Akibatnya, TPA Suwung kembali dibuka.
Hingga saat ini, belum ada respons dari Kepala Dinas LH Bali, I Made Dwi Arbani, terkait penundaan ini.
Sumber Referensi: detik.com
