/data/photo/2026/02/16/69931b770b8e8.jpg)
JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah maskapai asing membatalkan dan menghentikan penerbangan dari dan ke kota-kota di Timur Tengah menyusul eskalasi konflik Iran-Israel.
“Maskapai Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah, Oman Air beroperasi seperti biasa, dan Ethiopian Airlines masih beroperasi seperti biasa namun tidak mengoperasikan penerbangan ke Amman (Jordania) dan Tel Aviv (Israel),” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Minggu (1/3/2026).
Sebagian penerbangan internasional yang melintasi kawasan tersebut terdampak dan dibatalkan. Sejumlah perjalanan lain masih beroperasi.
Garuda Indonesia dan Lion Air yang melintasi ruang udara Timur Tengah belum terdampak konflik.
Penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air ke Jeddah tidak terdampak, sedangkan penerbangan Garuda Indonesia ke Amsterdam dialihkan melalui Kairo (Mesir), lanjutnya.
Dudy mengimbau maskapai rute internasional tujuan atau yang melintasi Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau maskapai penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan penumpang aktif memantau perkembangan informasi,” kata Dudy.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut pembunuhan Khamenei sebagai “deklarasi perang terhadap umat Islam” dan berjanji membalas.
Dampak konflik meluas ke sejumlah negara. Ledakan terdengar di Dubai, Riyadh, Manama, dan Qatar. Pelabuhan Duqm di Oman menjadi sasaran serangan drone. Kapal tanker minyak ikut menjadi target.
Insiden tersebut menewaskan ratusan orang di Iran. Bandara Internasional Dubai membatalkan ribuan penerbangan dan menutup operasional sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.

