
JAKARTA, KOMPAS.TV – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mawengkang mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Iran tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
“Diimbau agar seluruh WNI di Iran untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI,” ucapnya, dalam keterangan tertulis kepada Kompas.Tv, Sabtu (28/2/2026).
Ia pun memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran.
“KBRI Teheran saat ini memprioritaskan komunikasi intensif dengan para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran,” ujarnya.
Lebuh lanjut KBRI juga telah menerbitkan edaran terbaru yang memuat saran dan langkah-langkah konkret bagi WNI di kediaman masing-masing guna menjaga keselamatan dan keamanan.
“Kita akan terus melakukan asesmen menyeluruh terhadap situasi keamanan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI,” tuturnya.
WNI, lanjutnya, dapat segera menghubungi Hotline KBRI Teheran melalui nomor +98 9914668845 / +98 902 466 8889.
Atau dapat menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.
Sebelumnya, Israel melancarkan serangan udara ke Ibu Kota Iran, Teheran, Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut dilaporkan menghantam lokasi di dekat Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga telah mengakui melakukan serangan besar ke Iran.
Ia menegaskan serangan itu dilakukan karena Iran telah menolak seruan AS untuk menghentikan produksi senjata nuklir mereka.
Di akun media sosial Truth, Trump menegaskan Iran tak hanya menolak seruan AS untuk menghentikan produksi senjata nuklirnya, tapi juga berupaya membangun kembali program nuklirnya.
“Dan terus mengembangkan rudal jarak jauh yang kini dapat mengancam teman baik dan sekutu kita di Eropa, pasukan kita yang ditempatkan di luar negeri, dan bisa segera mencapai tanah air kita di Amerika,” ujarnya seperti dikutip Politico.
Sumber : Kompas TV
Bergabunglah dengan Channel WhatsApp KompasTV untuk mendapatkan update berita terkini dan terpercaya.
