Posted in

Tak Cuma Penumpang Pesawat, Turis Kapal Pesiar Juga Terjebak di UEA

Teluk Persia berubah menjadi mimpi buruk bagi para penumpang kapal pesiar. Serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran membuat ribuan turis terjebak di kapal pesiar.

Dikutip dari euronews, Senin (2/3/2026), salah satu yang terdampak adalah kapal pesiar Mein Schiff 4 milik TUI Cruises yang sedang sandar di pelabuhan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Pada Minggu sore, sebuah rudal menghantam perairan tidak jauh dari kapal. Asap hitam membumbung tinggi dan menciptakan suasana tegang di atas kapal yang membawa sekitar 2.500 penumpang dan 1.000 awak itu.

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Para penumpang seharusnya memulai perjalanan pulang ke Jerman dari Dubai pada hari yang sama, tetapi rencana itu buyar karena eskalasi konflik.

Situasi serupa terjadi pada kapal saudara mereka, Mein Schiff 5, yang berada di pelabuhan Doha, Qatar. Penumpangnya dijadwalkan menyelesaikan perjalanan pada hari Sabtu dan terbang kembali ke Jerman.

Beberapa bahkan sudah berada di pesawat ketika penerbangan dibatalkan dan mereka harus dikembalikan ke kapal, meninggalkan koper mereka di bandara.

Penumpang menunggu sekitar 10 jam sebelum kembali ke kapal. Kondisi itu menambah ketidakpastian dan kecemasan.

Di kapal-kapal tersebut, langkah keamanan ketat diterapkan. Penumpang dilarang keluar ke dek luar dan diminta tetap di dalam kabin, dan menjauh dari jendela.

Peringatan mengenai rudal yang masuk kadang dikirim langsung ke ponsel mereka oleh Civil Defence Qatar, menambah ketegangan yang terus terasa.

Selain TUI Cruises, ada total enam kapal pesiar yang saat ini bersandar di pelabuhan Port Rashid Dubai, Abu Dhabi, dan Doha. Kapal lain yang terdampak termasuk MSC Euribia dari MSC Cruises, Celestyal Discovery dan Celestyal Journey dari Celestyal Cruises, serta Aroya dari perusahaan pelayaran Arab Saudi, Aroya Cruises.

Tak hanya wisatawan kapal pesiar, penumpang pesawat juga terdampak. Penutupan wilayah udara di banyak negara membuat penerbangan kembali ke rumah atau transit terhenti, meninggalkan ribuan penumpang dalam ketidakpastian.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti kapan dan bagaimana mereka yang terdampar dapat melanjutkan perjalanan atau dievakuasi.

(fem/fem)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *