
JATIMTIMES – Bandara utama Dubai dilaporkan mengalami kerusakan akibat dugaan serangan udara setelah Iran melancarkan serangan balasan. Akibat kejadian tersebut, penerbangan di kawasan Teluk Persia terhenti total.
Dilansir Bloomberg, Minggu (1/3/2026), salah satu bagian gedung di Dubai International Airport mengalami kerusakan ringan. Pihak pengelola bandara menyebut situasi berhasil dikendalikan dengan cepat.
Empat karyawan dilaporkan mengalami luka ringan.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap tipis dari salah satu gedung keberangkatan. Petugas pemadam dan tim darurat langsung berada di lokasi.
Setelah serangan tersebut, sejumlah negara di kawasan Teluk menutup wilayah udaranya karena alasan keamanan. Akibatnya, banyak penerbangan dibatalkan atau ditunda.
Maskapai besar seperti Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways menghentikan sementara operasional mereka.
Di Bandara Dubai, papan jadwal penerbangan awalnya menunjukkan banyak keterlambatan. Tak lama kemudian, semua penerbangan dihentikan.
Ribuan penumpang pun terjebak di bandara. Area check-in penuh antrean panjang. Gerbang otomatis imigrasi ditutup sehingga proses pemeriksaan dilakukan secara manual.
Beberapa penumpang memilih meninggalkan bandara untuk mencari hotel. Ada pula yang menunggu konfirmasi jadwal baru dari pihak maskapai.
Sejumlah pesawat yang sudah terbang juga terpaksa kembali karena wilayah udara dinilai tidak aman. Salah satunya pesawat Emirates Airbus A380 tujuan San Francisco yang akhirnya kembali ke Dubai.
Gangguan juga terjadi di negara lain. Otoritas Kuwait menyebut bandara mereka terkena serangan drone yang menyebabkan kerusakan ringan dan beberapa orang terluka.
Sekadar informasi, Dubai merupakan salah satu bandara internasional tersibuk di dunia. Setiap hari, lebih dari 2.000 penerbangan beroperasi di sana.
