TRIBUNTRENDS.COM – Ibu kandung NS (13) bocah yang meninggal dunia diduga akibat dianiaya ibu tirinya ternyata sudah lama tak bisa ketemu sang buah hati.
Lisna harus menelan pil pahit tanpa sempat memeluk sang putra yang meninggal di tangan ibu tiri.
Sudah 7 tahun Lisna dihalangi mantan suaminya yakni ayah kandung NS agar tak bisa bertemu dengan putranya.
Bahkan Lisna dianggap sudah mati oleh mantan suaminya.
Lisna, ibu kandung NS (13), siswi berusia 12 tahun yang meninggal di Sukabumi akibat dianiaya ibu tirinya, mengaku kaget anaknya meninggal.
Lisna mengaku tidak mengetahui kejadian anaknya hingga tewas ditangan ibu tirinya.
“Sebelum meninggal dunia saya emang tidak tahu kronoligisnya seperti apa, soalnya sama ayahnya, gak ikut sama saya,” kata Lisna dilansir dari Youtube TV One, Senin (23/2/2026).
Lisna mengaku kesulitan berkomunikasi dengan anaknya karena dilarang ayahnya.
“Susah komunikasi sama anak, banyak dilarang sama ayahnya,” terangnya.
Bahkan Lisna mengaku sudah tujuh tahun tidak bertemu dengan anak kandungnya.
“Terakhir ketemu tujuh tahun yang lalu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lisna mengaku tak pernah mendengar sang anak dianiaya ibu tirinya karena sulitnya komunikasi.
“Belum pernah dengar dan tidak tahu karena sulit berkomunikasi,” ujarnya.
Bahkan menurut Lisna, saat NS ingin menginap di rumah neneknya, tidak diperbolehkan oleh Anwar.
Padahal saat itu NS sudah banyak bercerita pada sang nenek.
Ia mengaku ingin tinggal dengan neneknya, meski hanya satu hari.
Namun hal itu dilarang keras oleh Anwar Satibi.
“Dia mau ikut mama, cuma sehari. Tapi bapaknya tidak mengizinkan, sampai anak itu menangis dan mau ikut kami,” kata Lisna lagi.
Saat itu, menurut Lisna, Anwar mengatakan tidak akan mempertemukan kembali anak tersebut dengan ibu kandungnya.
“Kata ayahnya maaf gak akan dipertemukan lagi sama ibunya.
Lisna pun mengaku mantan suaminya belum bercerita soal kelakuan ibu tiri NS.
Anwar rupanya tidak memberi tahu Lisna bahwa NS pernah dianiaya ibu tirinya setahun lalu.
“Katanya setahun lalu juga pernah ada penganiayaan. Bahkan saya gak tahu, kalau tahu saya, itu saya mau ambil anak saya juga,” ungkap Lisna lagi.
Bahkan saat NS sudah masuk ke ICU, Anwar Satibi masih menutupi tabiat istrinya, TR, ke ibu kandung korban.
Anwar mengabari Lisna kalau NS masuk ICU karena penyakit paru-paru.
Padahal sebelum masuk ICU, NS sudah mengungkap perbuatan sang ibu tiri.
Bahkan saat di ICU, NS mengaku kalau dirinya disuruh minum air panas.
Sayangnya, hingga akhir hayatnya, NS masih belum sempat bertemu dengan ibu kandungnya.
Sebab saat Lisna tiba di rumah sakit, NS sudah meninggal dunia bahkan jasadnya sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.
“Karena perjalanannya jauh tidak keburu bertemu Nizam saat masih hidup,” terangnya.
Ia juga mengharapkan keadilan.
“Pengen keadilan yang seadil-adilnya kalau iya benar,” katanya.
***
(TribunSumsel/TribunTrends.com)
