
Kronologi Petasan Meledak saat Diracik di Ponorogo Tewaskan Pelajar SMP, 2 Kritis
Korban tewas yakni, Rifai Kurnia, siswa kelas 8 SMP. Jasad korban sudah dimakamkan di permakaman umum desa setempat pada Selasa (2/3/2026) dini hari.
Selain menewaskan satu orang, ledakan petasan juga mengakibatkan rumah orang tua korban rusak parah.
Sementara itu, proses penyelidikan terus berlanjut seiring dengan kondisi satu korban lainnya yang masih dalam keadaan kritis di rumah sakit.
Hingga saat ini, dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Hardjono Ponorogo. Humas RSUD Hardjono, Sugianto, menjelaskan bahwa kondisi para korban bervariasi.
“Satu korban bernama Hindar Agusta mengalami luka ringan. Namun, korban atas nama Ahmad Fatoani saat ini kondisinya kritis dengan luka bakar serius di sekujur tubuh akibat hantaman ledakan,” ujar Sugianto.
Peristiwa maut ini bermula saat para korban sedang mencampurkan bubuk mesiu yang rencananya akan mereka gunakan untuk membuat petasan dan balon udara – sebuah tradisi yang sering terjadi menjelang perayaan tertentu. Namun sayang, pada saat proses peracikan, bahan kimia tersebut tiba-tiba meledak dengan hebat.
Kekuatan ledakan tidak hanya menghancurkan bangunan rumah hingga rata dengan tanah, tetapi juga langsung merenggut nyawa Rifai Kurnia di lokasi kejadian.
Polisi kini terus mendalami asal-usul bahan peledak tersebut dan mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas meracik petasan yang sangat berisiko bagi nyawa.
Redaktur: Kastolani Marzuki
