
Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, wafat pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta. Almarhum meninggal dunia dalam usia 90 tahun.
Kabar duka tersebut langsung dibenarkan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), setelah sebelumnya beredar pesan dari pihak keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Dalam pesan yang beredar atas nama keluarga, disampaikan permohonan maaf serta doa untuk almarhum.
Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doanya dari kalian semua agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Amin, Amin, Amin YRA,” demikian isi pesan tersebut.
Setelah dinyatakan wafat, jenazah dimandikan di RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Prosesi pemulasaraan dilakukan dengan penuh khidmat dan mendapat pengawalan dari aparat terkait. Pemerintah memastikan seluruh tahapan penghormatan kepada mantan wakil presiden itu dilakukan sesuai prosedur kenegaraan.
Menteri Sekretaris Negara yang juga Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Try Sutrisno. Ia menegaskan bahwa almarhum merupakan sosok yang telah mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara.
“Berkaitan dengan informasi berpulangnya Wakil Presiden Ke-6 Bapak Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, tentunya kita merasakan dukacita yang sangat mendalam. Beliau adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang telah mengabdikan diri, mendarmabaktikan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara,” ujar Prasetyo kepada wartawan dikutip Mashable Indonesia dari Antara.
Prasetyo juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan almarhum, apalagi kematiannya bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.
“Mari kita panjatkan doa supaya Beliau diampuni segala dosa dan kesalahan, diterima segala amal perbuatan dan apalagi Beliau dipanggil menghadap Allah SWT pada bulan yang suci, bulan Ramadhan,” katanya.
Lebih jauh, ia mengingatkan generasi muda agar meneladani pengabdian dan dedikasi Try Sutrisno selama hidupnya.
“Marilah kita generasi muda, generasi penerus untuk meneladani apa yang sudah Beliau contohkan kepada kita di dalam memberikan darma bakti terbaik bagi bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia,” tutur Prasetyo.
Semasa hidupnya, Try Sutrisno dikenal sebagai figur militer dan negarawan. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 pada masa pemerintahan Presiden ke-2 RI, Soeharto. Setelah tidak lagi menjabat, almarhum tetap aktif dalam berbagai kegiatan kebangsaan.
Pada periode 2022–2027, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP. Selain itu, ia kerap menghadiri upacara kenegaraan seperti Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI setiap 17 Agustus di Istana Merdeka, Sidang Tahunan MPR, hingga peringatan Hari Ulang Tahun TNI setiap 5 Oktober.
Pada Senin siang, jenazah almarhum dibawa ke Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, untuk dishalatkan sebelum dimakamkan.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 11.22 WIB, peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih diturunkan dari ambulans dan digotong oleh delapan anggota Paspampres berseragam merah menuju داخل masjid. Di barisan depan, seorang personel Paspampres berjalan sambil membawa foto almarhum.
Peti jenazah ditempatkan di saf paling depan untuk pelaksanaan shalat jenazah. Sejumlah tokoh nasional tampak hadir memberikan penghormatan terakhir, di antaranya mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut, sementara jamaah dan pelayat terus berdatangan untuk mendoakan almarhum.
Usai salat, jenazah rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara.
Kementerian Sekretariat Negara telah berkoordinasi dengan RSPAD dan Komando Garnisun Tetap I/Jakarta guna memastikan seluruh rangkaian pemakaman berjalan lancar dan penuh penghormatan.
Saya sudah minta RSPAD, Garnisun, Sekretariat Negara memberikan perhatian terbaiknya, kata Prasetyo.
Kepergian Try Sutrisno merupakan kerugian besar bagi bangsa Indonesia. Sosok yang pernah menduduki jabatan strategis di pemerintahan dan militer ini dikenang sebagai sosok yang disiplin, tegas, dan konsisten dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Hingga berita ini diturunkan, proses persiapan pemakaman masih berlangsung dengan pengamanan ketat dan dihadiri keluarga, pejabat negara, serta masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
