
Siswi SMAN 1 Atambua Dibanting Guru karena Tak Bisa Gambar Sel Saraf
Ayah Zivania, Simon Nai Buti, mengungkapkan bahwa anaknya telah dirawat di RSUD Gabriel Manek Atambua sejak Selasa (24/2/2026). “Anak saya saat ini masih diopname RSUD Gabriel Manek Atambua sejak kejadian pada Selasa (24/2/2026),” ujar Simon Nai Buti, kepada detikBali, Jumat (27/2/2026).
Meski sadar, Zivania mengeluh pusing dan mual. Ia sudah menjalani CT scan, namun hasilnya belum keluar. Simon menyayangkan pihak sekolah dan guru terkait, Vince Aplugi, belum meminta maaf atau menjenguk anaknya.
Kepala SMAN 1 Atambua, Dominikus Seran Bria, baru menemui keluarga pada Kamis (26/2/2026) setelah dipanggil Komisi III DPRD Belu. Simon menambahkan bahwa kasus ini akan terus berlanjut dan ia telah melaporkannya ke Polres Belu.
Menurut penuturan Simon, insiden bermula saat ujian Biologi dengan 30 soal. Soal nomor 30 meminta siswa menggambar sel saraf. Karena seluruh siswa di kelas tidak bisa menggambar, Vince Aplugi, guru mata pelajaran Biologi, marah dan memukul kepala Zivania dengan botol air mineral, kemudian memukul siswa lain.
“Guru yang memukul saya bukanlah guru yang selama ini mengasuh anak saya, melainkan hanya guru pengganti karena guru yang mengajar biologi sedang cuti hamil. Semua siswa di kelas itu terpaksa dipukul,” kata Simon.
Setelah kejadian itu, Vince meninggalkan kelas. Zivania membuang botol yang airnya sudah berbusa. Vince kembali dan menanyakan siapa yang membuang botol tersebut. Zivania mengakuinya, yang kemudian berujung pada penjambakan, pembantingan ke meja, dan penamparan hingga pingsan.
“Jadi saat itu dia (Vince Aplugi) langsung keluar, tapi teman anak saya teriak kalau ibu Vania pingsan.
Setelah dilaporkan ke sekolah, wali kelas menghubungi orang tua Zivania yang saat itu mengalami sesak napas dan kejang-kejang. Kasatreskrim Polres Belu, AKP Rachmat Hidayat, menyatakan bahwa pemeriksaan saksi akan dilakukan setelah korban pulih.
“Kami masih nunggu periksa korban dahulu karena masih diopname. Korban sehat dulu baru diperiksa. Nanti saya informasikan perkembangannya,” jelas Rachmat.
Sebelumnya dilaporkan bahwa SMN (16), siswi SMA di Belu, NTT, dipukul hingga pingsan oleh Vince Aplugi karena tidak bisa menggambar neuron. Kejadian itu terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 12.00 Wita.
“Terlapor menganiaya korban dengan menggunakan botol yang berisikan air mineral serta menarik rambut dan membanting korban di kursi hingga pingsan dan merasa sakit di bagian kepala dan merasa pusing,” ujar Rachmat kepada detikBali, Rabu (25/2/2026).
Sumber: detik.com
What’s Your Reaction?
0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow
