
Tersangka KDRT di Australia Tewas Usai Disemprot Merica oleh Polisi saat akan Ditangkap
Kasus seorang pria di Australia menarik perhatian publik setelah insiden yang menyebabkan kematiannya, sehingga menyoroti tindakan polisi yang perlu diperiksa.

Semprotan merica mengandung oleoresin capsicum (OC) sebagai bahan aktif, yang umumnya digunakan untuk mengendalikan individu atau hewan yang berpotensi agresif, serta untuk mengurangi risiko cedera dalam situasi berbahaya, seperti yang dilaporkan oleh Independent pada Minggu, 11 Januari.
Setelah terkena semprotan tersebut, kesehatan pria itu langsung terganggu secara mendadak, dan pihak kepolisian menyebutnya sebagai “episode medis.” Tim medis dari New South Wales segera memberikan pertolongan pertama di lokasi sebelum membawanya ke Rumah Sakit Westmead dalam keadaan kritis.
Kasus ini kini tengah ditangani, dan tindakan polisi tersebut sedang diselidiki secara independen oleh otoritas terkait.
“Penyelidikan akan tetap menjadi subyek tinjauan independen oleh Komando Standar Profesional dan akan diawasi oleh Komisi Perilaku Penegakan Hukum,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.
Berdasarkan laporan Departemen Kehakiman AS, paparan semprotan merica dapat menyebabkan nyeri hebat, batuk, kehilangan penglihatan sementara, dan gangguan pernapasan. Risiko kematian juga dapat meningkat pada individu yang mempunyai masalah asma atau paru-paru, terutama jika terpapar pada anak-anak.
Bukan yang Pertama

Hingga saat ini, hasil resmi mengenai kematian seorang pria yang ditangkap oleh polisi dan diduga terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga belum diumumkan, dan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Kasus serupa bukanlah yang pertama kali menarik perhatian publik di Australia; sebelumnya, kepolisian NSW juga pernah melakukan penyelidikan terhadap insiden tragis yang melibatkan seorang pria berusia 41 tahun yang meninggal setelah ditangkap dengan menggunakan semprotan merica.
Belakangan ini, penggunaan semprotan merica oleh aparat kepolisian menjadi topik hangat yang banyak diperbincangkan. Terdapat tuduhan yang menyebutkan bahwa semprotan merica digunakan terhadap seorang anak berusia 13 tahun selama demonstrasi Palestina pada tahun 2024, serta dalam aksi anti-perang yang terjadi di Indo-Pacific Naval Defence Expo pada bulan November.
Kasus-kasus ini menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut tentang prosedur penggunaan kekuatan oleh pihak kepolisian.
