
JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Satpol PP menindaklanjuti dugaan aktivitas asusila di Hutan Kota Cawang, Jakarta Timur, termasuk memasang CCTV di seluruh taman.
Ia menegaskan, pengawasan tidak hanya dilakukan di Hutan Kota Cawang, tetapi juga berlaku untuk seluruh taman di Jakarta.
Pramono menyatakan tidak akan membiarkan ruang publik di Jakarta disalahgunakan untuk kegiatan asusila.
“Jakarta tidak bisa punya ruang untuk tempat seperti itu,” tegasnya.
Sebelumnya, video sejumlah pria memasuki kawasan Hutan Kota Cawang di Jalan DI Panjaitan, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur, viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @ijoeel, perekam menyebut kawasan tersebut kerap didatangi sejumlah pria pada malam hari.
“Entah kenapa di sini sering dipakai untuk kumpul cowok-cowok. Entah ini maksudnya cowok-cowok bagaimana,” ujar perekam dalam video.
Hutan Kota Cawang sebelumnya juga sempat menjadi sorotan. Pada 2023, kawasan itu dirazia petugas setelah diduga menjadi lokasi perbuatan asusila.
Pemerintah Kota Jakarta Timur menutup dua pintu masuk Hutan Kota Cawang menyusul dugaan penyalahgunaan lokasi pada malam hari.
Penutupan dilakukan secara permanen dengan pengecoran di titik yang dinilai rawan guna membatasi akses keluar-masuk.
Camat Makasar, Dimas Prayudi, mengatakan langkah itu dilakukan bersama Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur.
“Ada dua titik yang hari ini kami coba tutup secara permanen dengan melakukan pengecoran, bekerja sama dengan Sudin Pertamanan. Setelah itu akan ada penopingan dan penataan taman supaya fungsinya bisa lebih maksimal,” ujar Dimas di Hutan Kota Cawang, Jumat (27/2/2026).
