Posted in

Serangan Rudal dan Drone Iran Sasar Dubai, Turis Berlindung

Serangan Rudal dan Drone Iran Sasar Dubai, Turis Berlindung

Serangan rudal dan drone yang menyasar Dubai, Uni Emirat Arab, membuat sebagian besar warga dan wisatawan memilih bertahan di dalam rumah dan hotel selama dua hari terakhir.

Serangan tersebut merupakan respons Iran terhadap operasi tempur yang dilancarkan oleh AS dan Israel.

Becky Williams, seorang warga setempat, menyaksikan sekitar 15 rudal ditembakkan dari dekat rumahnya. Rudal tersebut merupakan bagian dari sistem pertahanan udara UEA yang berupaya mencegat proyektil Iran.

“Anda bisa mendengar cegatan itu terjadi di udara,” ujarnya.

Williams dan keluarganya mengaku tetap tenang dan percaya bahwa militer UEA mampu melindungi wilayah udaranya, serta yakin bahwa situasi akan segera mereda.

Serangan balasan Iran terhadap AS-Israel terus berlangsung hingga Minggu (01/03).

Di Palm Jumeirah, kepulauan mewah buatan Dubai, Fairmont The Palm Hotel terkena dampak ledakan besar.

Selain itu, pihak berwenang melaporkan bahwa puing-puing dari drone yang berhasil dicegat menyebabkan “kebakaran kecil” di fasad Hotel Burj Al Arab.

Satya Jaganathan, seorang warga lainnya, terpaksa membatalkan rencana liburan akhir pekannya akibat peristiwa ini. “Beginilah kita sekarang, harus tinggal di rumah,” katanya.

Jaganathan mengungkapkan bahwa saudarinya harus mencari perlindungan di apartemennya karena tempat tinggalnya dekat dengan Pelabuhan Jebel Ali, di mana “banyak puing-puing yang jatuh”.

Pada Sabtu (28/02), pejabat setempat melaporkan bahwa serpihan dari “penyergapan udara” mengakibatkan kebakaran di pelabuhan tersebut, yang merupakan pelabuhan tersibuk kesembilan di dunia.

“Situasinya masih relatif tenang karena hanya ada suara keras setiap beberapa jam, tetapi terasa aneh karena ini bukan Dubai yang kami kenal,” jelas Jaganathan.

Bandara Internasional Dubai juga mengalami kerusakan yang oleh pihak berwenang disebut sebagai “insiden”.

Judy Trotter, yang seharusnya kembali ke London dari liburannya pada Sabtu (28/02), diberitahu bahwa semua penerbangan dibatalkan saat tiba di bandara.

“Saya bertemu dengan orang-orang yang sangat kesal karena rencana perjalanan mereka terdampak. Ada ribuan orang di bandara. Saya bertemu dengan orang-orang yang bercerita pada saya bahwa mereka melewatkan pemakaman,” katanya.

Trotter juga bertemu banyak penumpang yang sedang “transit” dan kini terjebak.

Trotter termasuk di antara sekitar 1.000 penumpang yang terlantar dan diberi kompensasi untuk menginap di hotel. Namun, mereka diperingatkan untuk menjauhi jendela.

“Ada banyak kaca di hotel ini yang mengkhawatirkan. Sepanjang hari, beberapa rudal terdengar,” kata Trotter.

Kate Fischer, seorang turis Inggris lainnya, mengaku “sangat ketakutan”.

Pada Sabtu malam, dia dan rekannya mengemas “tas darurat” saat anak-anak tertidur. Dia juga menambahkan bahwa dia telah “menyiram handuk mandi dan handuk” dengan air sebagai persiapan jika dia harus “melarikan diri di tengah malam dalam api.”

“Itu adalah pengalaman yang sangat nyata, dikelilingi oleh orang-orang yang mencoba menikmati liburan mereka dan menghibur anak-anak mereka sementara kami dapat melihat asap dari daerah terdekat yang terkena drone atau rudal.”

Vicky Pattison, peserta Strictly Come Dancing, termasuk di antara orang-orang yang harus mengungsi di Dubai.

Pattison sedang menikmati liburan bersama suaminya, Ercan Ramada. Akan tetapi, penerbangan mereka ke Australia dibatalkan.

Dalam postingannya di Instagram, pemenang acara I’m A Celebrity – Get Me Out Of Here tersebut menulis: “Kami memikirkan semua orang yang merasa tidak tenang dan tidak aman saat ini.”

Sumber: news.detik.com

What’s Your Reaction?

0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *