Posted in

Dua Korban Ledakan Petasan Masih Dirawat Intensif, Satu Alami Luka Bakar 36 Persen – Sinergia Mediatama

Dua Korban Ledakan Petasan Masih Dirawat Intensif, Satu Alami Luka Bakar 36 Persen

account_circle Ega Patria
calendar_month 2 jam yang lalu
visibility 33
print

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia Ponorogo — Dua orang korban ledakan petasan di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Harjono Ponorogo. Salah satu korban mengalami luka bakar serius dan harus dirawat di ICU.

Sesampainya di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), kedua korban langsung mendapat perawatan medis. Tim dokter melakukan operasi pembersihan jaringan luka bakar terhadap Ahmad Fato’ani (20), warga Desa Molosari, Kecamatan Sukorejo, yang menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi Minggu sore lalu.

Kepala Bidang Humas RSUD dr. Harjono Ponorogo, Sugianto, mengatakan Ahmad mengalami luka bakar sekitar 36 persen dari total permukaan tubuhnya.

“Pasien mengalami luka bakar cukup serius, sekitar 36 persen. Saat ini dirawat di ruang ICU dan menggunakan alat bantu napas,” ujar Sugianto.

Ia menjelaskan, luka bakar terdapat di bagian wajah, leher, tangan, dan kaki. Area leher menjadi perhatian khusus karena terdapat pembuluh darah besar, pusat saraf, serta saluran pernapasan yang vital sehingga kondisinya harus dipantau secara ketat.

Sementara itu, korban lainnya, Hindar Agusta (23), mengaku saat kejadian dirinya tengah mengembalikan kunci bengkel. Tak lama kemudian, ledakan terjadi dan membuatnya terpental beberapa meter.

“Ledakannya keras sekali, saya terpental. Wajah dan tangan saya terbakar,” ujarnya.

Hindar juga membenarkan bahwa warga sekitar sempat menegur para remaja yang kerap berkumpul di lokasi tersebut. Selama bulan Ramadan, rumah itu disebut sering digunakan sebagai tempat meracik petasan sekaligus pembuatan balon udara.

Pihak rumah sakit memastikan kedua korban mendapatkan penanganan maksimal, termasuk pemberian obat-obatan, antibiotik, serta pemantauan intensif terhadap kemungkinan gangguan pernapasan dan infeksi lanjutan.(ega)

Penulis: Ega Patria
Editor: Diez

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *