
Selasa, 18 November 2025 – Hingga 31 Oktober 2025, LRT Jakarta telah melayani lebih dari 1,1 juta penumpang. Berdasarkan angka tersebut, rata-rata jumlah penumpang per hari lebih dari 3.500 orang, melebihi target harian yang diberikan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Angka tersebut menunjukkan terus tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jakarta sebagai moda transportasi masyarakat yang andal, aman, dan nyaman.
Selain peningkatan jumlah penumpang, tingkat kepuasan pelanggan LRT Jakarta 2025 hingga bulan September juga menunjukkan hasil yang positif dengan nilai rata-rata sebesar 93,85 persen per Oktober 2025. Capaian ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan dan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi pengguna.
Sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 34 Tahun 2019, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan tarif LRT Jakarta sebesar Rp5.000 untuk rute Pengangsaan Dua – Velodrome. Tarif ini merupakan bagian dari penerapan skema Public Service Obligation (PSO) atau subsidi, di mana pemerintah menganggung sebagian besar biaya operasional agar masyarakat dapat menikmati layanan dengan biaya terjangkau.
“Sejak resmi beroprasi secara komersial pada 1 Desember 2019 lalu, LRT Jakarta hadir sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun sistem transportasi Jakarta yang berorientasi pada masyarakat. Untuk itu, kami mengedepankan kemanfaatan sebesar-besarnya untuk masyarakat. Sama seperti yang sudah berjalan hingga saat ini, penetapan tarif untuk fase lanjutan sepenuhnya menjadi wewenang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang nantinya akan ditetapkan melalui Peraturan Gubernur,” ungkap Direktur Utama PT LRT Jakarta Roberto Akyuwen.
Untuk menunjang kenyamanan dan aksesibilitas, LRT Jakarta menyediakan fasilitas yang ramah bagi semua kalangan, baik penyandang disabilitas, lansia, pesepeda, perempuan, serta ibu dan anak. Stasiun LRT Jakarta dilengkapi dengan ruangan tenang, ruang laktasi, Pos SAPA, Pos Kesehatan, toilet penyandang cacat, barang hilang dan ditemukan, ramp, lift dan blok pemandu. Di dalam kereta terdapat kursi prioritas dan area khusus sepeda, menjadikan LRT Jakarta sebagai moda transportasi modern, aman, dan inklusif.
Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini LRT Jakarta sedang fokus pada kesiapan operasional dan layanan dalam menyambut fase baru Velodrome – Manggarai. “Persiapan dari berbagai aspek mulai dari teknis, operasional, hingga kesiapan sumber daya manusia telah dilakukan untuk memastikan kualitas layanan tetap prima seperti yang kami berikan kepada seluruh pelanggan selama ini,” ujarnya.
Selain fokus pada peningkatan jumlah penumpang, PT LRT Jakarta melalui berbagai inisiatif bisnis strategis juga terus melakukan upaya peningkatan pendapatan non-farebox (non tiket) melalui kemitraan ritel dengan pelaku usaha, penyewaan lahan komersil, serta jasa periklanan dan publikasi yang ditujukan untuk keberlangsungan usaha perseroan.
***
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Sheila Indira Maharshi | Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta
Gedung MCC – Depo LRT Jakarta, Jl. Raya Kelapa Nias, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara – 14250
Tentang LRT Jakarta
PT LRT Jakarta merupakan anak usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Perseroda) yang bertugas sebagai operator moda transportasi publik Jakarta yang ramah lingkungan, aman dan nyaman.
Memiliki visi menjadi solusi mobilitas publik terbaik di Indonesia, PT LRT Jakarta berupaya nyata memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang dengan rute sepanjang 5.8 km dari Velodrome (Rawamangun) hingga Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) dengan enam stasiun jalur layang. Memiliki headway atau jarak tunggu kereta selama 10 menit, melayani Pelanggan setia LRT dimulai dari pukul 05.30 – 23.00 WIB.
