
Pengawasan juga diperketat melalui operasi gabungan pada malam hari yang melibatkan Satpol PP, polisi, dan TNI. Selain itu, penerangan di sekitar taman akan ditingkatkan, termasuk pemasangan lampu sorot dan pemangkasan (pemangkasan vegetasi) untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan pemantauan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Telah terjadi kegiatan asusila LGBT, yang empat orang pada (Jumat) pukul 01.00 pagi di lokasi Hutan Kota Jakarta Timur. Ya, betul (petugas menemukan benda-benda terindikasi aktivitas asusila). Ini kita kedapatan, ini ada perawat Hutan Kota Cawang, dua orang, itu kita menemukan alat kontrasepsi, ya, berikut tisu dan kondom,” ungkap Iwan.
Para pelaku diduga masuk ke dalam taman lewat celah antara pagar taman dan dinding di malam hari. Kini celah tersebut sudah ditutup.
Celah yang dijadikan akses masuk para pelaku pada malam hari berada di dekat kolong Tol Cawang-Grogol, Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur (Jaktim). Celah tersebut merupakan titik akhir pagar pembatas taman dengan trotoar.
Celah tersebut memiliki ukuran kecil, kurang dari satu meter. Pada bagian bawah celah tersebut, terdapat beberapa batu besar, diduga biasa digunakan sebagai pijakan pelaku merangsek masuk ke Taman Kota Cawang.
Kini celah tersebut telah ditutup dengan beton cor. Cor beton menutup penuh celah tersebut. Saat ini beton cor masih ditopang menggunakan triplek.
“Saya akan minta Satpol PP membersihkannya. Jakarta tidak boleh ada ruang untuk tempat seperti itu,” kata Pramono kepada wartawan di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cipayung, Jakarta Timur, kemarin.
“Semuanya akan kita perlakukan ya. Termasuk nanti kami akan pasang CCTV untuk itu,” tegas Pram.
Lihat juga Video: Iyuh! Bekas Alat Kontrasepsi-Botol Miras Berserakan di Hutan Kota Cawang
