
7 Motor dan 1 Rumah Dibakar Massa di Perbatasan Gresik-Lamongan, Dipicu Pelaku Tawuran Belum Tertangkap
Gresik, (afederasi.com) – Aksi anarkis pecah di kawasan perbatasan Kabupaten Gresik dan Lamongan, Jawa Timur, Jumat (27/2/2026) malam. Sebanyak tujuh sepeda motor dan satu rumah dibakar massa. Selain itu, satu mobil rusak dan sejumlah rumah warga di sepanjang jalan menjadi sasaran pelemparan batu.
Peristiwa ini terjadi di Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, yang berbatasan langsung dengan Desa Campurejo dan Banyutengah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah dan kendaraan yang dibakar merupakan milik Syaifudin alias Din Maling dan Safik, yang disebut sebagai provokator tawuran sekaligus terduga pelaku pembacokan dua warga Desa Campurejo saat patroli sahur.
Dipicu Pelaku Tawuran Belum Tertangkap
Kanit Reskrim Polsek Panceng, Ipda Yudi Setiawan, membenarkan adanya aksi anarkis tersebut. Ia menyebut kericuhan berlangsung hingga menjelang tengah malam.
Benar, terjadi pembakaran satu rumah dan tujuh sepeda motor. Selain itu, satu mobil rusak dan beberapa rumah warga kena batu, kata Ipda Yudi, Jumat (27/2/2026) malam.
Ipda Yudi mengatakan, aksi ini dipicu kekecewaan warga karena kedua terduga pelaku tawuran dan penikaman belum berhasil ditangkap pihak berwajib.
“Massa tersulut emosi karena pelaku yang diduga melakukan pembacokan saat patroli sahur belum tertangkap,” jelasnya.
Selain membakar rumah dan kendaraan, massa juga sempat menyalakan petasan dan melemparkannya ke arah rumah yang menjadi sasaran.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan remaja dari Desa Campurejo dan Banyutengah terlibat tawuran saat melakukan patroli sahur pada Jumat dini hari.
Bentrok bermula dari aksi saling lempar bom air plastik yang memicu adu mulut hingga berujung perkelahian massal.
Dalam kejadian tersebut, dua warga Desa Campurejo menjadi korban. M. Ruhul Madani mengalami luka cakaran, sedangkan Wahyu Agung Pratama (24) mengalami luka robek di bagian perut akibat terkena senjata tajam.
Pihak Satreskrim Polres Gresik terus melakukan pengejaran terhadap kedua terduga pelaku yang kabur melarikan diri. Polisi juga mengimbau warga untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” pungkas Ipda Yudi.(frd)
