Posted in

Amerika Serikat Balas Iran dengan Drone Tiruan Murah Mirip Shahed

Militer AS dikenal dengan senjata mahal dan canggih, tapi sekarang mereka meluncurkan drone murah dalam serangan udara ke Iran. Iran sendiri juga pakai drone dan sudah beri kemampuan ini ke sekutunya.

Bahkan, Pentagon sudah gunakan versi tiruan dari drone Iran yang dipakai melawan Israel, sekutu AS di Teluk Persia, dan Ukraina.

Drone Amerika itu namanya LUCAS dan dikembangkan oleh Spectreworks dari Arizona. Harganya sekitar $35,000 per unit, jauh lebih murah dibanding misil canggih yang bisa berharga jutaan dolar. LUCAS juga bisa dikonfigurasi untuk misi pengintaian.

Iran mungkin sudah mengetahui tentang LUCAS karena diuji dari kapal Angkatan Laut AS di Teluk Persia pada bulan Desember.

Sementara itu, Task Force Scorpion Strike adalah skuadron khusus untuk drone serangan satu arah—yang pertama jenisnya—dan dipimpin oleh personel dari U.S. Special Operations Command-Central.

Satuan ini dibentuk Desember setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth memerintahkan untuk mempercepat pengadaan dan penggunaan senjata otonom yang lebih murah musim panas lalu.

Berapa lama persediaan misil akan bertahan?

Peluncuran drone murah untuk pertama kali dalam pertempuran ini terjadi saat para ahli khawatir persediaan amunisi AS mungkin tidak cukup untuk konflik berkepanjangan dengan Iran.

“Kita tidak punya basis industri pertahanan untuk itu, apalagi persediaan senjata kunci seperti Patriot dan THAAD dan senjata serangan seperti JASSMs,” katanya hari Jumat.

Selama bertahun-tahun, AS telah mengurangi persediaan misil dan pencegatnya. Saat melawan pemberontak Houthi di Yaman, Angkatan Laut sangat bergantung pada misil jelajah Tomahawk, yang juga dipakai melawan Iran akhir pekan ini.

Selain itu, AS telah melindungi sekutunya dengan pencegat Patriot dan Rudal Standar yang mampu menembak jatuh ancaman yang masuk.

Jumlah pasti amunisi AS masih dirahasiakan, namun latihan perang sebelumnya yang mensimulasikan konflik dengan Tiongkok menunjukkan stok senjata tertentu akan habis hanya dalam satu minggu.

Laksamana (Purn.) James Stavridis, mantan panglima tertinggi NATO, katakan hari Minggu bahwa AS dan Israel sudah pakai ratusan senjata presisi sejauh ini, dan menambahkan bahwa sekarang waktunya fokus pada logistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *