
Perempuan yang Meninggal di Trenggalek Ternyata Asal Sumsel, Suami Siri Sempat Dikira Anggota Polisi
Korban diketahui merupakan warga Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
Ringkasan Berita:Seorang perempuan berinisial ED (33) meninggal dunia di Trenggalek setelah diduga meminum obat pembasmi rumput dan sempat dirawat di RSUD dr. Soedomo.Polisi menyelidiki dugaanAutopsi akan dilakukan guna memastikan penyebab kematian dan mengaitkannya dengan dugaan penganiayaan yang beredar di masyarakat.
SRIPOKU.COM – Pihak kepolisian tengah menyelidiki kasus kematian seorang perempuan berinisial ED (33) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Korban diduga meninggal dunia setelah meminum obat pembasmi rumput, dan kematiannya dikaitkan dengan dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang videonya beredar luas di masyarakat.
Korban diketahui merupakan warga Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Sedangkan pria berinisial AW (31) yang diduga terlibat dalam video penganiayaan tersebut merupakan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.
Dirawat hingga Meninggal Dunia
Kasi Humas Polres Trenggalek, AKP Katik, menjelaskan bahwa korban sempat meminum obat pembasmi rumput pada Kamis sekitar pukul 03.00 WIB dan dibawa ke Puskesmas Pule.
Karena kondisinya tak kunjung membaik, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Namun pada Minggu (1/2/2026) pukul 16.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.
AKP Katik menegaskan, meski video dugaan penganiayaan telah beredar, tidak ada laporan resmi yang masuk ke Polsek Pule maupun ke Polres Trenggalek terkait peristiwa tersebut.
Kendati demikian, Satreskrim tetap melakukan penyelidikan atas video yang viral.
Terduga Pelaku Diamankan
Polisi telah mengamankan satu orang berinisial AW untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga memastikan bahwa AW bukan anggota Polri, meskipun dalam video terlihat mengenakan kaus bertuliskan “Samapta”.
“Untuk waktu pasti kapan kejadiannya, kami belum bisa pastikan. Video itu mulai beredar hari Rabu (25/02/2026),” ujar AKP Katik.
Saat ini Bareskrim tengah melakukan visum luar dan berencana melakukan otopsi terhadap jenazah korban untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Otopsi akan dilakukan tim Dokpol RS Bhayangkara Kediri didampingi penyidik Polres Trenggalek.
Langkah tersebut diambil untuk mengaitkan dugaan penganiayaan dalam video dengan kondisi korban yang disebut meminum obat pembasmi rumput.
Dugaan Hubungan Korban dan Terduga Pelaku
Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan korban dan terduga pelaku diduga menjalin hubungan asmara dan telah menjalani pernikahan siri.
