
Sejumlah negara di kawasan, termasuk Israel, Qatar, Suriah, Iran, Irak, Kuwait, dan Bahrain, menutup wilayah udaranya. Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 juga mencatat tidak adanya aktivitas penerbangan di atas Uni Emirat Arab (UEA) setelah pemerintah setempat mengumumkan penutupan wilayah udara secara sementara dan parsial.
Kondisi tersebut menyebabkan operasional tiga bandara hub utama yakni Dubai, Abu Dhabi, dan Doha terhenti. Lebih dari 1.000 penerbangan maskapai besar Timur Tengah terpaksa dibatalkan. Maskapai Emirates, Qatar Airways, dan Etihad yang beroperasi di bandara-bandara tersebut biasanya melayani sekitar 90.000 penumpang per hari, menurut data perusahaan analitik penerbangan Cirium. Dubai International Airport sendiri merupakan bandara tersibuk di dunia untuk penerbangan internasional.
Bandara Jadi Sasaran Serangan Balasan Iran
Sejumlah bandara utama di kawasan juga dilaporkan terdampak serangan balasan Iran. Bandara Internasional Dubai serta hotel ikonik Burj Al Arab mengalami kerusakan, dengan empat orang dilaporkan terluka. Sementara itu, Abu Dhabi Airports sempat menyampaikan adanya insiden di Bandara Internasional Zayed yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tujuh lainnya luka-luka, meski pernyataan tersebut kemudian dihapus.
“Bagi para pelancong, tidak ada cara untuk meredakan situasi ini,” kata analis industri penerbangan dan Presiden Atmospheric Research Group, Henry Harteveldt. Ia memperkirakan penundaan dan pembatalan penerbangan akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.
