Posted in

Ledakan Diduga Petasan Renggut Nyawa Remaja Ponorogo

Ledakan Diduga Petasan Renggut Nyawa Remaja Ponorogo

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 17.15 WIB terdengar dari radius ratusan meter. Warga pun berhamburan keluar rumah saat melihat asap tebal mengepul dari bangunan yang rusak.

Siswanto, seorang saksi mata yang rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa ia mendengar ledakan yang sangat dahsyat dan langsung menuju ke TKP.

Saat tiba di lokasi, Siswanto menemukan dua orang korban dalam kondisi mengenaskan namun masih hidup.

Salah satu korban, Rifai (16), siswa SMP, ditemukan di depan rumah dalam pelukan ibu dan kakak laki-lakinya. Namun Rifai akhirnya meninggal dunia karena luka serius.

Korban lainnya, Toni warga Morosari, Kecamatan Sukorejo, mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke RSUD Bantarangin menggunakan sepeda motor.

Polisi yang melakukan olah TKP memastikan bahwa terdapat dua korban dalam peristiwa ini. Satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka bakar hingga 80 persen, seperti yang diungkapkan oleh AKP Imam Mujali.

AKP Imam Mujali menjelaskan bahwa dugaan sementara adalah peracikan bahan mercon, namun kepastiannya akan ditentukan setelah koordinasi dengan tim Gegana.

Polisi mengingatkan bahwa tradisi membuat petasan dan balon udara saat bulan puasa di Ponorogo seringkali memakan korban, terutama karena dilakukan oleh anak-anak dan remaja.

Kapolsek Sumoroto, Kusbintoro, berharap kejadian ini menjadi pelajaran dan tidak terulang kembali. Ia mengimbau warga Sumoroto maupun Kauman untuk menjadikan kejadian ini sebagai yang pertama dan terakhir.

Ipda John Anderson Batara Aryasena menegaskan bahwa hasil olah TKP dan pemeriksaan medis menyimpulkan ledakan tersebut murni akibat ledakan petasan yang diracik di dalam rumah.

Sumber Referensi: detik.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *