Posted in

SPPG Magelang Buka Suara soal Bukber Mewah Jadi Sorotan

SPPG Magelang Buka Suara soal Bukber Mewah Jadi Sorotan

Momentum bukber ini viral di berbagai platform media sosial, termasuk X, TikTok, dan Instagram. Isu ini muncul di tengah sorotan publik terhadap menu kering yang dibagikan kepada penerima manfaat selama bulan Ramadan.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Gondangsari, Ahmad Rifky Prayudhi, menjelaskan bahwa kegiatan bukber tersebut diadakan pada Sabtu (21/2). Rifky menjelaskan bahwa acara tersebut berlangsung saat libur sekolah di awal puasa Ramadan.

“Kita buka bersama itu di tanggal 21 Februari karena proses edit dan lain sebagainya sehingga video itu baru bisa diupload tanggal 22. Padahal acaranya tanggal 21, bisa kita buktikan dari invoice kita di Hotel Sriti Magelang,” kata Rifky.

Rifky juga menjelaskan, acara bukber ini digelar sebelum kebijakan menu kering yang dimulai pada Senin (23/2). “Sebenarnya itu yang pertama saya sampaikan pada tanggal 21 (Februari). Jauh sebelum menu itu (menu puasa kering) disorot masyarakat. Karena pada tanggal 23 Februari itu yang pertama kita semua perlu tahu (menu kering dimulai saat puasa Ramadhan),” imbuhnya.

Menanggapi anggapan bahwa acara bukber tersebut terkesan mewah, Rifky menjelaskan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pengalaman bagi para pekerja yang merupakan warga sekitar. “Pertama, kita merekrut warga sekitar. Di mana diketahui bahwa SPPG Gondangsari itu kan salah satu SPPG yang tertinggi (lokasi dapurnya) di Kabupaten Magelang, secara wilayah itu di kaki Gunung Merbabu,” ujarnya.

Rifky menambahkan, kegiatan ini juga merupakan rekomendasi dari BGN untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 3 sebagai pekerja. “Karena pejuang kita atau orang luar mungkin bisa disebut relawan, tapi kalau kita sebut pejuang. Pejuang itu adalah warga lokal di dataran tinggi atau pegunungan, kategori antara 1 sampai 3, sehingga banyak dari mereka yang belum pernah mencicipi makanan hotel,” tambah Rifky.

Rifky mengungkap bahwa sumber pendanaan untuk buka bersama tersebut berasal dari mitra sebagai bentuk apresiasi terhadap pekerja SPPG. Pihaknya juga mengklaim bahwa selama membuat menu kering Ramadan, mereka tidak menerima komplain. “Alhamdulillah, kami itu dengan penerima manfaat kita itu jarang sekali ada yang namanya komplain terhadap menu makanan,” kata Rifky.

SPPG Gondangsari Pakis memproduksi MBG untuk 2.107 penerima manfaat mulai dari TK hingga SMP. Terkait video viral tersebut, pihaknya belum mengambil tindakan apa pun. “Kami belum mengambil langkah apa-apa, karena kami menunggu teman-teman media yang memang (ingin konfirmasi). Jadi kami menunggu teman-teman media yang bonafid yang mengkonfirmasi ke kami. Karena kalau kemudian kami yang melakukan klarifikasi dan sebagainya, kami takut salah,” kata Rifky.

Rifky menambahkan, “Yang kita hadapi sehari-hari adalah penerima manfaat. Artinya, orang-orang yang kita bagi dari SPPG ini, ya itu yang harus kita perhatikan secara seksama. Bagaimana kita menyajikan dengan baik, bagaimana kita menyajikan menu yang bergizi, menangani komplain, menerima kritik dan saran. Bagaimana dengan momentum ini kita berbenah untuk menjadi lebih baik dalam memenuhi gizi penerima manfaat kita.”

Sumber: detik.com

What’s Your Reaction?

0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *