Posted in

Polres Bantul Dalami Dugaan Dendam di Balik Pembunuhan Anggota Ormas

Polres Bantul Dalami Dugaan Dendam di Balik Pembunuhan Anggota Ormas

Brigade Joxzin mendatangi Polres Bantul pada Jumat (27/2/2026) untuk menyampaikan surat terbuka kepada Kapolres Bantul, berharap kasus ini segera terungkap guna mengantisipasi gejolak di lapangan.

Anggota Tim Hukum dan HAM Brigade Joxzin, Mohamad Novweni, menyampaikan bahwa korban telah menjadi anggota Joxzin sejak 2019 dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA).

Novweni juga menduga motif pembunuhan adalah dendam, karena tidak ada barang yang hilang dari rumah korban. “Memang tadi disampaikan juga dari pihak Polres bahwa tidak ada benda-benda yang hilang. Jadi kami menduga peristiwa tersebut terjadi karena ada unsur dendam yang sudah lama,” kata dia.

Saat kejadian, korban sedang tidur bersama istri dan anaknya. Dua pelaku yang menggunakan penutup muka membacok korban, menyebabkan korban meninggal dunia. Istri korban mengalami luka saat mencoba menangkis serangan, sementara anak korban tidak terluka.

Polisi telah memeriksa empat orang saksi yang merupakan rekan korban. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyatakan bahwa keempat saksi tersebut sempat berkumpul di rumah korban sebelum kejadian. Polisi berencana meminta keterangan dari istri korban setelah masa berduka selesai.

Novweni mengungkapkan bahwa korban sempat terlibat saling tantang dengan kelompok lain beberapa waktu lalu. “Dari keterangan teman-teman Joxzin se-daerah, informasinya sempat ada tantang-tantangan perkelahian dengan kelompok lain,” kata Novweni.

Joxzin Brigade (Jogja Islamic Never Die) merupakan organisasi kemasyarakatan yang fokus pada kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Organisasi ini sering mengadakan kajian dan kunjungan keagamaan. Novweni menjelaskan, Joxzin Brigade didirikan sebagai wadah umat Islam khususnya generasi muda.

Ormas ini berdiri sekitar tahun 2000-an di Prawirotaman, Mergangsan, Kota Jogja. Saat ini, Brigade Joxzin memiliki lebih dari 6.000 anggota yang tersebar di DIY dan telah membuka cabang di Purworejo, Jawa Tengah. Setiap anggota Brigade Joxzin berikrar untuk menjaga keamanan di DIY.

Novweni menambahkan, “Kita aktif di kegiatan keagamaan seperti pengajian dan selawatan, kita rutin muter setiap Korwil. Misal setelah Korwil Sleman geser lagi ke Bantul dan Gunungkidul, itu salah satu komitmen kita dalam dakwah. Selain itu kami juga aktif di kegiatan sosial seperti penggalangan donasi.”

Sumber: detik.com


What’s Your Reaction?

0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *