
BANJIR HUJATAN! SPPG Gondangsari Buka Suara Soal Bukber Mewah di Hotel, Tegaskan Bentuk Apresiasi
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memberikan tanggapan terkait video buka puasa bersama (bukber) yang viral di media sosial.
Video yang diunggah akun TikTok
SPPG_Gondangsari itu menampilkan kegiatan buka puasa bersama pegawai SPPG Gondangsari dan menjadi perbincangan karena menampilkan suasana acara yang terkesan mewah di tengah banyaknya keluhan masyarakat mengenai kualitas menu kering program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan.
Tidak mencerminkan empati
Sejumlah warganet menilai kegiatan tersebut tidak mencerminkan sikap empati terhadap kondisi di lapangan, apalagi menu MBG yang diterima masyarakat kerap dianggap kurang memadai dan tidak mencukupi kebutuhan gizi.
Saat dikonfirmasi, Asisten Lapangan SPPG Gondangsari, Ahmad Rifky Prayudhi membenarkan adanya acara bukber tersebut. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Sriti Magelang dan dihadiri oleh pegawai SPPG Gondangsari.
Ia menyebut, bukber digelar sebagai bentuk apresiasi bagi para pekerja SPPG yang sebagian di antaranya juga tergolong dalam kelompok ekonomi lemah. Perekrutan masyarakat miskin di sekitar SPPG, menurutnya merupakan bagian dari pelaksanaan anjuran BGN.
“Bagi para pekerja itu, mereka adalah warga sekitar yang notabene tinggal di dataran tinggi atau kaki Gunung Merbabu dan secara kategori ada di (kemiskinan) desil satu sampai tiga. Maka banyak di antara mereka yang belum pernah merasakan makanan hotel,” katanya, Minggu (1/3/2026).
“Jadi itu wujud apresiasi dari mitra, karena bukber ini full dana dari mitra. Wujud apresiasi agar sebelum mereka melaksanakan menu kering yang prosesnya susah-susah gampang, mulai dari packing, mengatur menu, dan lain sebagainya, mereka bisa lebih semangat dalam bekerja,” sambung dia.
Ia melanjutkan, acara bukber berlangsung pada 21 Februari 2026 lalu. Saat itu, kata dia, menu kering MBG belum ramai dikritik masyarakat.
“Yang terjadi hari ini itu kan di-clip oleh berbagai macam, awalnya yang meng-clip itu salah satu media atau instagram lokal. Kalau saya melihat dari akunnya itu kan meng-clip menu-menu dari MBG lain, kemudian digabungkan dengan video itu. Jadi dibuatlah framing narasi seolah-olah di tengah polemik menu kering kok kita malah berbuka bersama di hotel,” jelasnya.
Belajar variasi menu kering
Selain sebagai bentuk apresiasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi para pekerja untuk memproduksi menu kering yang dibagikan sepanjang bulan Ramadan.
Rifky mencontohkan inovasi menu yang muncul setelah kegiatan tersebut, seperti olahan ketan dengan susu dan keju, serta puding buah dengan tampilan lebih menarik.
“Puding buah yang bukan hanya murni puding biasa, tapi buahnya dibuat toping demikian rupa dan cantik ala-ala hotel,” lanjutnya.
Terkait kualitas menu MBG di dapurnya, ia mengklaim keluhan dari penerima manfaat relatif minim.
Dalam seminggu terakhir, hanya ada satu keluhan terkait menu keripik salak dan bayam yang dinilai kurang bervariasi.
“Bahkan warga sekitar sering makan keripik salak dan bayam. Tapi alhamdulillah kami sudah berusaha memperbaikinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, menanggapi cuplikan video yang menampilkan pembagian uang, menurutnya kegiatan itu merupakan bagian dari permainan yang digelar saat acara berlangsung.
Ia menyebut, uang hanya diberikan kepada peserta yang memenangkan permainan.
“Padahal itu kita buat game kayak mana yang bisa menjawab pertanyaan, kemudian mana yang kostum terbaik dan lain sebagainya,” jelasnya.
Saat ini, SPPG Gondangsari telah melayani sekitar 2.107 orang, terdiri dari siswa tingkat TK hingga SMP.
Sementara itu, sasaran untuk ibu hamil dan menyusui di wilayah tersebut belum terlaksana. (tro)
(*)
#hujatan #SPPG #gondangsari #bukasuara #bukber #hotel #mewah #
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: Tribun Jogja
LIVE UPDATE
1 hari lalu
Terkini Nasional
1 hari lalu
