Posted in

Komunitas Motor Trail Bulungan Jelajahi Hutan Sambil Menunggu Sahur

Komunitas Motor Trail Bulungan Jelajahi Hutan Sambil Menunggu Sahur

SukaTrabas On The Sahur, demikian sebutan kegiatan ini, biasanya dilaksanakan pada hari Jumat atau Sabtu malam. Boge Rock, Community Builder, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu alternatif bagi para penyeberang yang sibuk di siang hari.

“Pagi atau siang sudah sangat sering. Di bulan Ramadhan, semua rekan-rekan sibuk beraktivitas rutin dan menjalankan ibadah puasa. Jadi kita naik motor trail menikmati keindahan malam bulan Ramadhan sekaligus tafakur alam,” kata Boge kepada detikKalimantan, Senin (2/3/2026).

Rute yang dipilih cukup menantang. Usai salat Tarawih sekitar pukul 21.30 Wita, rombongan memulai perjalanan menyusuri jalur sekitar Desa Gunung Seriang dan Desa Baratan, Kecamatan Tanjung Palas Barat. Medan yang dicakup meliputi hutan, jalan kebun, dan kawasan perkebunan kelapa sawit.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini bervariasi, mulai dari usia 25 hingga 50 tahun. Profesinya pun beragam, mulai dari ASN, pegawai swasta, hingga anggota TNI/Polri. “Kemarin ada 8 motor trail yang ikut, minggu lalu ada 6 motor,” tambah Boge.

Tentu saja, berkendara off-road di malam hari berbeda dengan siang hari. Jarak pandang yang terbatas menuntut kewaspadaan ekstra dari para crosser.

“Trabas malam, kita dituntut untuk lebih meningkatkan konsentrasi dan saling menjaga keselamatan personel,” tegas Boge.

Tantangan terberat muncul ketika ada motor yang mengalami kerusakan di tengah hutan yang gelap. Kekompakan tim pun diuji. Menurut Boge, personel yang memiliki kemampuan mekanik dan membawa peralatan memadai menjadi sangat penting.

Meski memacu motor di jalur ekstrem terasa menyenangkan, komunitas ini tetap disiplin dalam hal waktu.

“Sekalipun hobi, ibadah tetap jalan. Sudah kita atur bahwa menjelang sahur, sekitar jam 03.00 WITA, kita usahakan sudah kembali ke Tanjung Selor untuk menikmati sahur bersama keluarga masing-masing,” terangnya.

Lebih dari sekadar hobi ekstrem, SukaTrabas On The Sahur menjadi sarana untuk menjaga silaturahmi dan merenungkan kebesaran Tuhan. Jalur yang berat dan gelapnya malam menjadi pengingat bagi para peserta.

“Kebersamaan dan saling menjaga itu penting sebagai makhluk sosial. Di tengah jalur trabas yang ekstrem, kita dapat mensyukuri karunia Tuhan,” ungkap Boge.

Boge menyampaikan pesan moral dari kegiatan komunitas SukaTrabas ini, “Kita ini makhluk kecil di hadapan Sang Pencipta alam semesta, tidak ada yang pantas disombongkan. Teruslah berbuat kebaikan untuk kehidupan yang baik bagi semua makhluk ciptaan-Nya,” pungkasnya.

Sumber Referensi: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *