
Polisi Selidiki Penemuan Dua Jenazah Bayi di Septic Tank Malang
Polresta Malang Kota masih berupaya memetakan asal muasal janin yang diduga dibuang melalui saluran kloset.
Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Rahmad Aji Prabowo menjelaskan, pihaknya tengah melakukan analisa mendalam terhadap warga yang terhubung langsung dengan saluran pembuangan tersebut.
“Berdasarkan pengecekan jalur pipa, arahnya mengerucut ke sekitar 70 unit kamar. Kami terus menganalisa rekaman CCTV dan mendata penghuni di unit-unit tersebut,” ujar Rahmad Aji, Senin (2/3/2026).
Dari hasil penyisiran sementara, polisi menemukan beberapa penghuni perempuan di area tersebut, namun mereka diketahui masih dalam kondisi hamil. Belum ditemukan adanya indikasi kuat yang mengarah pada terduga pelaku.
Fakta mengejutkan muncul dari hasil identifikasi tim medis, yang menunjukkan perbedaan usia kandungan kedua janin. Satu janin berusia 5 bulan, sementara yang lainnya berusia 6 bulan.
Kondisi ini memperkuat dugaan adanya praktik aborsi di lingkungan apartemen.
“Kami menduga kuat ada praktik aborsi. Karena usia kedua janin ini berbeda, kemungkinan besar mereka bukan berasal dari satu kehamilan yang sama,” tambah Rahmad Aji.
Polisi kini bekerja sama dengan pihak pengelola Apartemen Begawan untuk melakukan pendekatan persuasif serta menyisir aktivitas mencurigakan dari para penghuni.
Penemuan kedua janin tersebut bermula pada Jumat (6/2/2026) sore, saat petugas kebersihan sedang melakukan perawatan rutin pengurasan tangki limbah di lantai dasar.
Ipda Lukman Sobikhin, Kasi Humas Polresta Malang Kota, menjelaskan bahwa sekitar pukul 15.00 WIB, saat truk tangki kedua sedang melakukan penyedotan, para saksi mendengar suara benda jatuh dari pipa kloset pembuangan.
Kedua janin yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki, lengkap dengan plasenta atau tali pusar masih menempel.
Sumber Referensi: detik.com
