
Kondisi ini berdampak langsung kepada wisatawan dan calon penumpang yang sudah memesan tiket terlebih dahulu, baik bagi jemaah umrah, pelaku bisnis, maupun pemudik yang hendak transit ke Eropa melalui kota-kota di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data operasional hingga pukul 10.00 waktu setempat, terdapat 39 jadwal penerbangan rute Timur Tengah.
Dari total tersebut, 38 merupakan penerbangan reguler dan 1 penerbangan charter.
Namun, dari keseluruhan jadwal, ada 17 penerbangan yang dipastikan dibatalkan.
Rincian Rute Timur Tengah yang Terkena Dampak
Rute yang terkena dampak pembatalan tersebut antara lain sejumlah kota utama di Timur Tengah, yaitu:
Abu Dhabi (AUH): 3 penerbangan
Doha (DOH): 8 penerbangan
Dubai (DXB): 4 penerbangan
Istanbul (IST): 2 penerbangan
Jeddah (JED): 17 penerbangan (terjadwal)
Madinah (MED): 3 penerbangan
Dari rute-rute tersebut, berikut daftar 17 penerbangan yang dibatalkan:
Rute Abu Dhabi (AUH)
Etihad Airways EY474 (Arrival) – Cancelled
Etihad Airways EY472 (Arrival) – Cancelled
Etihad Airways EY473 (Departure) – Cancelled
Qatar Airways QR958 (Arrival) – Cancelled
Garuda Indonesia GA901 (Arrival) – Cancelled
Qatar Airways QR956 (Arrival) – Cancelled
Qatar Airways QR955 (Departure) – Cancelled
Qatar Airways QR959 (Departure) – Cancelled
Qatar Airways QR957 (Departure) – Cancelled
Emirates EK356 (Arrival) – Cancelled
Emirates EK358 (Arrival) – Cancelled
Emirates EK359 (Departure) – Cancelled
Emirates EK357 (Departure) – Cancelled
Rute Jeddah (JED)
Saudia Airlines SV822 (Arrival) – Cancelled
Saudia Airlines SV823 (Departure) – Cancelled
Rute Madinah (MED)
Saudia Airlines SV820 (Arrival) – Cancelled
Saudia Airlines SV821 (Departure) – Cancelled
Bagi kamu yang sudah memesan tiket ke Doha, Dubai, Abu Dhabi, Jeddah, atau Madinah, penting untuk segera mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing.
Bagaimana nasib penumpang yang sudah memesan tiket?
Pembatalan ini membuat banyak wisatawan harus menyesuaikan ulang rencana perjalanan.
Beberapa di antaranya terpaksa menjadwalkan ulang penerbangan (reschedule), mengajukan pengembalian dana (refund), atau mencari alternatif rute melalui negara lain yang tidak terdampak konflik.
Maskapai umumnya memberikan opsi penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan atau pengembalian dana sesuai kebijakan masing-masing.
Namun, proses ini bisa memakan waktu, terutama jika jumlah penumpang terdampak cukup besar dalam satu hari.
Bagi penumpang umrah yang hendak menuju Jeddah atau Madinah, situasi ini tentu menjadi perhatian khusus karena jadwal ibadah dan akomodasi di Tanah Suci biasanya sudah diatur jauh hari.
Meski demikian, operasional bandara secara umum tetap berjalan normal.
Aktivitas check-in, keamanan, serta layanan di terminal tidak mengalami gangguan berarti.
Penerbangan yang Tetap Beroperasi
Di tengah pembatalan tersebut, masih ada sejumlah penerbangan rute Timur Tengah yang tetap beroperasi.
Sementara itu, tiga penerbangan tercatat telah mendarat dengan selamat, yaitu:
Lion Air JT115 dari Jeddah
Saudia Airlines SV816 dari Jeddah
Garuda Indonesia GA969 dari Madinah
Data ini menunjukkan tidak seluruh penerbangan Timur Tengah dihentikan, melainkan dilakukan penyesuaian berdasarkan kondisi ruang udara dan kebijakan masing-masing maskapai.
Imbauan bagi Calon Penumpang
Bagi kamu yang sudah memiliki tiket penerbangan ke Timur Tengah dalam waktu dekat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Pantau informasi terbaru melalui situs resmi atau aplikasi maskapai.
Cek email dan pesan singkat dari maskapai terkait pemberitahuan perubahan jadwal.
Hubungi call center maskapai untuk opsi refund atau reschedule.
Pastikan status penerbangan sebelum berangkat ke bandara agar tidak terjebak antrean panjang.
Situasi konflik di Timur Tengah memang berdampak luas pada sektor penerbangan global.
Sejumlah maskapai internasional juga melakukan penyesuaian rute, termasuk pengalihan jalur penerbangan untuk menghindari wilayah udara yang dianggap berisiko.
Bagi wisatawan yang sudah merencanakan perjalanan ke kawasan Timur Tengah, penting untuk tetap tenang, mengikuti perkembangan informasi resmi, serta menyiapkan rencana cadangan apabila terjadi perubahan jadwal mendadak.
Ambar/TribunTravel
