
Aksi demonstrasi pecah menyusul kabar serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Dalam laporan Reuters, para demonstran terdengar meneriakkan slogan anti-Amerika dan anti-Israel saat kerumunan memanas di sekitar area konsulat.
Juru bicara Pemerintah Daerah Karachi Sukhdev Assardas Hemnani mengatakan massa sempat menembus lapisan keamanan luar sebelum akhirnya dipukul mundur aparat. Kerusuhan juga diwarnai pembakaran sebuah kendaraan di depan gerbang utama serta bentrokan dengan polisi.
Menurut Hemnani, petugas keamanan konsulat melepaskan tembakan ke arah massa.
“Kami terus berkomunikasi dengan pihak konsulat. Seluruh staf dalam kondisi aman,” ujarnya.
Polisi setempat melaporkan sedikitnya sembilan demonstran tewas dan 34 lainnya luka-luka. Rumah Sakit Sipil Karachi mengatakan semua korban – baik tewas maupun terluka – mengalami luka tembak.
Situasi serupa juga terjadi di Baghdad, Irak, ketika aparat menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan ratusan demonstran pro-Iran di luar Zona Hijau, lokasi Kedutaan Besar AS.
Pakistan dan Irak diketahui merupakan dua negara dengan populasi Muslim Syiah terbesar setelah Iran.
Hingga berita ini diturunkan, Konsulat AS di Karachi dan Kedutaan Besar AS di Islamabad belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
