
JAKARTA, KOMPAS.com – Jembatan Kampung Kramat di Setu, Cipayung, Jakarta Timur, kembali dibuka untuk motor meski sebagian jalan masih ambles.
Camat Cipayung Diman mengatakan, penutupan tersebut berdampak pada kemacetan parah, terutama pada sore hari menjelang berbuka puasa.
“Bu Lurah juga kemarin laporan, gara-gara ditutup sesuai instruksi saya itu, dampaknya sangat padat di Sumir dan di Jalan Kampung Oyan. Itu sangat padat, bahkan tadi waktu rakorcam juga disampaikan lagi,” ucap Camat Cipayung, Diman saat ditemui di kantornya, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, bagian jembatan yang roboh akan ditutup menggunakan pelat baja agar lebih aman untuk dilintasi.
“Terus yang gap-nya itu, itu nanti akan dipasang pelat baja. Supaya eh saudara kita yang dari Bekasi itu bisa lewat tapi melalui jalur motor saja,” ungkapnya.
Diman memastikan pemasangan pelat baja akan dilakukan hari ini untuk mengantisipasi kemacetan pada jam pulang kerja.
Minimal sore hari mudah-mudahan selesai, rapi ya. Karena saya pulang kerja, mudah-mudahan kemacetan di Desa Sumir dan Oyan bisa teratasi,” jelasnya.
Sementara itu, kendaraan roda empat diminta mencari jalur alternatif hingga perbaikan permanen dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kita melalui Sudin Bina Marga, itu sudah berkirim surat ke teman-teman PU. Nah, PU sudah kita bersurat, tapi apakah teman-teman PUPR itu segera dilaksanakan atau enggak, saya masih belum dapat informasi lebih lanjut,” jelasnya.
Sebelumnya, jembatan Kampung Kramat di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, kembali ambruk pada Minggu (1/3/2026).
Jembatan yang menjadi penghubung Jakarta Timur dengan Kota Bekasi itu kini tidak dapat dilintasi kendaraan, sehingga arus lalu lintas terpaksa dialihkan.
Sebelumnya, jembatan tersebut juga mengalami ambles pada Rabu (25/2/2026) dan telah diperbaiki sementara.
Namun, kerusakan kembali terjadi hanya beberapa hari setelah perbaikan dilakukan.
Lubang pada badan jembatan cukup dalam sehingga seluruh jenis kendaraan tidak dapat melintas.
Akses jalan ditutup menggunakan bambu dan garis pembatas berwarna kuning guna mencegah kendaraan melintas.
Pengendara dari Jakarta Timur menuju Bekasi terpaksa memutar mencari jalur alternatif.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.
