Posted in

Harga BBM Berpotensi Naik Akibat Konflik Iran-Israel

Harga BBM Berpotensi Naik Akibat Konflik Iran-Israel

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa ketegangan di Iran dan sekitarnya akan berdampak langsung pada pasokan minyak global. Saat ini, harga minyak mentah telah mencapai US$ 80 per barel.

Airlangga mengakui adanya potensi kenaikan harga BBM akibat situasi ini, serupa dengan yang terjadi saat perang di Ukraina.

Otomatis akan meningkat, seperti ketika perang Ukraina meningkat, kata Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Di tengah konflik yang meningkat, Amerika Serikat dan OPEC juga meningkatkan produksi minyak mereka. Sumber Reuters pada Minggu (1/3/2026) menyebutkan bahwa OPEC+ akan membahas peningkatan produksi sebesar 411.000 barel per hari atau lebih, melampaui perkiraan awal 137.000 barel per hari.

Airlangga menambahkan, “Tetapi kan kali ini supply dari Amerika juga akan meningkat dan OPEC juga meningkatkan kapasitasnya.”

Pemerintah akan terus memantau perkembangan konflik sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. “Kami akan pantau dulu,” jelas Airlangga.

Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz setelah serangan gabungan AS dan Israel. Akibatnya, sejumlah pemilik kapal tanker, perusahaan minyak besar, dan perusahaan perdagangan menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG).

Seorang eksekutif senior di sebuah perusahaan perdagangan besar, seperti dikutip dari Independent, Minggu (1/3/2026), mengatakan, “Kapal-kapal kami akan tetap di tempat selama beberapa hari.”

Sumber: detik.com


What’s Your Reaction?

0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *