
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta, Senin (2/3) mengatakan, ribuan posko itu terdiri atas 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu untuk mengamankan 185.608 objek pengamanan.
“(Objek pengamanan) di antaranya masjid, lokasi Shalat Idulfitri, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan objek wisata,” katanya.
Ia mengatakan, penyiagaan posko itu dalam rangka mengantisipasi arus mudik Lebaran yang diprediksi akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama pada 14-15 Maret 2026 dan gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026.
“Karena kegiatan ini bertepatan dengan hari raya Nyepi,” ujarnya.
Sedangkan untuk arus balik juga diprediksi dalam dua gelombang. Gelombang pertama pada tanggal 25-26 Maret 2026 dan gelombang kedua pada tanggal pada tanggal 28-29 Maret 2026.
Rekayasa Lalin
Guna menjamin kelancaran operasi tersebut berjalan, ia mengatakan, Polri juga akan menerapkan rekayasa arus lalin di jalur tol. Di antaranya berupa ganjil genap, one way, contraflow, delaying system serta ada pula buffer zone di pelabuhan.
Selain itu, Polri menyiagakan tim quick response untuk menangani situasi kontingensi. Lebih lanjut, jenderal polisi bintang tiga itu mengatakan, Polri membuka pelayanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian setempat bagi masyarakat yang nantinya akan melaksanakan kegiatan mudik.
Selain itu, Polri juga akan mengoptimalkan hotline 110 untuk layanan pengaduan. “Layanan 110 sebagai hotline untuk layanan pengaduan, laporan tanggap darurat, dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat bila membutuhkan kepolisian,” ujarnya.
Dalam rangka persiapan Operasi Ketupat 2026, Senin ini telah dilaksanakan rapat koordinasi (rakor) TNI-Polri bersama kementerian/lembaga terkait. Seperti Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jasa Marga, BMKG dan Pertamina.
