Posted in

Angin Kencang Terjang Magelang, Sejumlah Pohon Tumbang

BERITAMAGELANG.ID – Angin kencang berhembus kuat di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang pada Jumat (24/1) sejak pagi hingga sore hari. Kondisi cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan 41kejadian bencana, yang didominasi oleh pohon tumbang serta satu kejadian bangunan roboh. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, kejadian tersebar di 41 dusun, 26 desa, dan 9 kecamatan, dengan laporan masuk hingga pukul 18.00 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono mengatakan angin kencang yang terjadi secara merata di sejumlah wilayah berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat. Dampak paling banyak berupa pohon tumbang yang menutup akses jalan lingkungan, menimpa bangunan warga, serta mengenai fasilitas usaha.

Meski menimbulkan kerugian materil, namun kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, kata Edi, Sabtu (24/1) di kantor BPBD Kabupaten Magelang.

BPBD Kabupaten Magelang mencatat, kejadian pohon tumbang terjadi di Kecamatan Candimulyo, Muntilan, Mertoyudan, Mungkid, Salam, Borobudur, Dukun, Bandongan dan Ngluwar. Di sejumlah titik, pohon tumbang menyebabkan akses jalan tertutup sehingga menghambat mobilitas warga, sementara di titik lainnya berdampak pada bangunan rumah, warung, dan jaringan utilitas listrik.

Di Kecamatan Candimulyo, beberapa pohon tumbang dilaporkan menimpa dua unit rumah warga. Sementara di Kecamatan Muntilan, kejadian pohon tumbang terjadi di sejumlah dusun dengan dampak bervariasi, mulai dari akses jalan tertutup hingga kerusakan bangunan. Salah satu kejadian terjadi di Dusun Bakalan, Desa Tamanagung, di sekitar kawasan Pasar Burung Muntilan, di mana sebuah pohon berukuran besar tumbang menimpa beberapa kios pedagang.

Akibat kejadian tersebut, beberapa kios mengalami kerusakan pada bagian atap dan rangka. Dalam peristiwa itu, satu orang warga mengalami luka ringan akibat terkena runtuhan ranting pohon dan telah mendapatkan penanganan di lokasi. Aktivitas di sekitar pasar sempat terganggu sebelum akhirnya dilakukan pembersihan oleh petugas.

Seorang warga setempat, Budiharto mengatakan angin kencang terjadi secara tiba-tiba dan membuat warga sempat panik. Ia mengaku mendengar suara retakan dari akar pohon sebelum pohon akhirnya roboh.

Tiba-tiba terdengar suara retakan dari akar pohon. Beruntung warga mengetahui pohon itu akan tumbang sehingga semua menghindarinya namun ada ranting yang terlempar hingga menimpa perempuan tersebut, ujarnya.

Dalam kejadian tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan, akibat terkena reruntuhan ranting pohon. Korban langsung mendapatkan pertolongan awal dari warga sekitar sebelum kemudian dievakuasi oleh ambulans menuju RSUD Muntilan.

Sementara itu, di Kecamatan Mertoyudan, pohon tumbang dilaporkan menyebabkan saluran irigasi tertutup pohon. Di Kecamatan Mungkid, kejadian pohon tumbang menimpa rumah warga, serta satu titik berdampak pada jaringan listrik. Adapun di Kecamatan Salam dan Borobudur, pohon tumbang juga dilaporkan menimpa rumah warga dan menutup akses jalan, sehingga memerlukan penanganan segera.

Di Kecamatan Ngluwar angin kencang menyebabkan dampak cukup luas di sejumlah desa antara lain Desa Somokaton, Ngluwar, Pakunden, Ploso Kulon, Bligo dan Sidorejo. Dampak yang ditimbulkan meliputi rumah warga tertimpa pohon serta akses jalan lingkungan Dusun di beberapa titik sempat tertutup pohon tumbang.

Secara keseluruhan, BPBD Kabupaten Magelang mencatat 12 unit rumah warga rusak akibat tertimpa pohon tumbang saat kejadian angin kencang tersebut. Kerusakan yang terjadi didominasi pada bagian atap dan struktur ringan bangunan.

Menanggapi kejadian ini, BPBD Kabupaten Magelang bersama Damkar, PMI, PLN, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat setempat langsung melakukan penanganan darurat di lokasi-lokasi terdampak. Penanganan meliputi pemotongan dan pembersihan material pohon tumbang, pembukaan kembali akses jalan, serta pengamanan area agar tidak membahayakan warga.

“Sebagian besar kejadian sudah selesai ditangani pada hari yang sama. Untuk beberapa titik dengan material pohon berukuran besar, penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat,” jelas Edi.

BPBD memastikan hingga Jumat sore, sebagian besar akses jalan yang sempat tertutup material pohon tumbang telah kembali dapat dilalui, dan aktivitas masyarakat berangsur normal.

BPBD Kabupaten Magelang juga menyampaikan, kejadian angin kencang ini sejalan dengan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengidentifikasi adanya peningkatan aktivitas angin kencang di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia atau angin baratan yang kuat, perbedaan tekanan udara yang signifikan, serta pertumbuhan awan konvektif.

Faktor pendukung lainnya meliputi gangguan atmosfer regional, seperti gelombang Rossby dan Madden Julian Oscillation (MJO), keberadaan bibit siklon tropis, serta kondisi atmosfer lokal yang labil. Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berdurasi singkat, namun memiliki daya rusak yang cukup besar.

Menyikapi kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terutama saat beraktivitas di luar rumah. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau bangunan yang konstruksinya tidak kuat saat angin kencang bertiup.

“Kami meminta masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi keadaan darurat di wilayahnya masing-masing. Informasi yang cepat akan sangat membantu kami dalam penanganannya,” kata Edi Wasono.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG, guna meminimalisir risiko dan dampak yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem, terutama angin kencang, yang masih berpotensi terjadi di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *