Posted in

Pembacok Pemuda di Gresik Menyesal, Rumahnya Dibakar Massa

Pembacok Pemuda di Gresik Menyesal, Rumahnya Dibakar Massa

S menyampaikan rasa sesalnya saat pemeriksaan di Mapolres Gresik. Ia mengakui perbuatannya didorong emosi sesaat.

“Saya benar-benar menyesal atas apa yang terjadi. Kalau bisa diulang, saya tidak akan melakukan perbuatan itu,” ujar S, Minggu (1/3/2026).

S pun mengaku sangat terpukul dengan dampaknya terhadap keluarganya. Pembakaran rumahnya menjadi beban psikologis baginya.

“Saya belum memikirkan akibatnya selama ini. Yang paling saya sesali adalah keluarga saya juga merasakan dampaknya,” ujarnya pelan.

Penyesalan itu semakin mendalam ketika mengetahui rumahnya di Paciran, Lamongan, dibakar massa setelah kejadian pembacokan. S tidak pernah membayangkan konflik tersebut akan menghancurkan tempat tinggalnya. Kini, ia hanya bisa pasrah menjalani Lebaran di penjara.

“Saya tidak menyangka akibatnya akan seperti ini. Rumah saya dibakar, dan sekarang saya harus mempertanggungjawabkan perbuatan saya di penjara,” katanya.

Polisi memastikan proses hukum terhadap S tetap berjalan. Saat ini, S telah ditahan.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menjelaskan, pelaku ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian. Polisi menangkap S di Kecamatan Paciran, Lamongan, sekitar pukul 23.40 WIB, Jumat (27/2).

“Sabtu (28/2) dini hari kita amankan dan langsung dibawa ke Polres Gresik,” jelasnya.

Polisi masih mendalami motif pembacokan. Penyidik belum memberikan detail latar belakang pelaku melakukan aksi kekerasan.

“Masih diperiksa lebih lanjut. Nanti akan kami sampaikan perkembangannya,” pungkas Arya.

Sebelumnya, penikaman terjadi saat patroli subuh di Kecamatan Panceng, Gresik, Jumat (27/2) sekitar pukul 00.30 WIB. Terjadi tawuran di Desa Campurejo yang melibatkan pemuda Desa Campurejo dan Desa Banyutengah.

Keributan bermula saat kedua kelompok berpapasan dan saling lempar bom air, lalu memanas setelah adu mulut. Meski sempat membubarkan diri, kelompok pemuda Desa Banyutengah kembali mendatangi Campurejo hingga terjadi tawuran.

Di tengah kericuhan, pelaku diduga membacok Moh. Ruhul Madani (25) dan Wahyu Agung Pratama (24), warga Desa Campurejo. Kedua korban mengalami luka bacok dan dilarikan ke RSUD Ibnu Sina.

Sumber: detik.com

What’s Your Reaction?

0 Like
0 Dislike
0 Funny
0 Angry
0 Sad
0 Wow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *