Posted in

Kematian Wanita Usai Minum Cairan Pembasmi Rumput Seret Suami Siri, Ada Jejak KDRT Pria Baju Samapta – Banjarmasinpost.co.id

Kematian Wanita Usai Minum Cairan Pembasmi Rumput Seret Suami Siri, Ada Jejak KDRT Pria Baju Samapta

Kasus kematian seorang perempuan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur jadi sorotan polisi. Awalnya diduga meninggal dunia setelah meminum obat rumput.

BANJARMASINPOST.CO.ID – Kasus kematian seorang perempuan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur jadi sorotan polisi.

Awalnya, korban diduga meninggal dunia setelah meminum obat rumput.

Namun, tak hanya itu, dia juga tewas dengan dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang videonya beredar luas di masyarakat, Minggu (1/2/2026).

Korban meninggal dunia perempuan berinisial ED (33) sesuai identitas diri merupakan warga Desa Tanjung Kerang, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sedangkan pelaku dugaan penganiayaan pria berinisial AW (31) warga Desa Karanganyar Kecamatan Pule Trenggalek.

Terungkapnya kasus tersebut bermula, ketika keluarga korban merujuk korban ED ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedomo Trenggalek, setelah sebelumnya dirawat di Puskesmas Pule Trenggalek.

“Pada Kamis pukul 03.00 WIB. Korban diketahui sempat meminum obat pembasmi rumput, dan dibawa ke Puskesmas Pule,” kata Kasi Humas Polres Trenggalek AKP Katik di kawasan RSUD dr.Soedomo.Trenggalek.

Namun setelah tidak ada perubahan, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Sayangnya, pada pukul 16.00 WIB, Minggu (1/2/2026), korban dinyatakan meninggal dunia.

“Kami perjelaskan. Sesuai dengan video yang beredar di masyarakat bahwa terjadinya peristiwa penganiayaan, itu tidak ada laporan ke Polsek Bule maupun ke Polres. Namun, dalam hal ini, Satreskrim Polres Trenggalek melakukan penyelidikan terkait dengan video itu,” terang Katik.

Terkait dugaan keterlibatan pelaku dalam video yang beredar, polisi telah mengamankan satu orang yang diduga sebagai pelaku yakni AW dan menjalani proses pemeriksaan.

Terkait pelaku menggunakan kaus bertuliskan samapta, polisi memastikan pelaku bukan anggota Polri atau anggota Polres Trenggalek.

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan, bahwa pelaku dan korban diduga menjalin hubungan asmara, namun status pasti keduanya masih dalam penyelidikan.

“Kami belum bisa memastikan kapan pasti kejadiannya, yang jelas video tersebut mulai beredar pada Rabu (25/2/2026),” kata Katik.

Unit Reskrim Polres Trenggalek saat ini sedang melakukan visum eksternal dan berencana melakukan otopsi terhadap jenazah korban untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *